1.400 TKI Ditahan Di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia menunjukkan tiket pulang kampung saat menyerbu kantor Departemen Sosial, Matraman, Jakarta, (25/11). Mereka menuntut uang saku sebesar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu yang dijanjikan dibayarkan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia menunjukkan tiket pulang kampung saat menyerbu kantor Departemen Sosial, Matraman, Jakarta, (25/11). Mereka menuntut uang saku sebesar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu yang dijanjikan dibayarkan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Kuala Lumpur:Menteri tenaga kerja Hanif Dhakiri mengatakan sekitar 1.400 tenaga kerja Indonesia ditahan di Malaysia karena masalah keimigrasian.  Hanif yang menemui TKI  yang berada dalam tahanan menjelaskan, banyak di antara mereka sudah mendekam selama beberapa bulan lamanya.


    "Mereka ada yang mengaku sudah dua bulan bahkan ada yang sampai enam bulan," kata Hanif kepada wartawan usai berkunjung ke tahanan pihak Malaysia, Jumat, 19 Desember 2014.(Baca:Indonesia-Malaysia Sepakati Legalilasi TKI Ilegal )


    Selain mengunjungi warga Indonesia yang ditahan di rumah tahanan Malaysia, Hanif juga bertemu Menteri Dalam Negeri Malaysia dan Menteri Tenaga Kerja Malaysia. Dalam pertemuan, Hanif mendorong percepatan pemulangan warga Indonesia yang saat ini berada di tahanan imigrasi Malaysia. "Satu hal yang ingin saya tekankan adalah mendorong percepatan pemulangan warga kita yang saat ini berada di tahanan Imigrasi Malaysia," kata Hanif. (Baca: Lindungi TKI, Pemerintah Desak Aturan buat Majikan )


    Untuk pemulangan warga Indonesia itu, Hanif sedang menggodok kebijkannya yang saat ini draf  itu sudah berada di tahanan  imigrasi. "Teknisnya sedang diatur oleh kedutaan kita di Malaysia dan berkoordinasi dengan Kementerian dalam negeri Malaysia," kata Hanif.

    Selain itu,  Hanif akan memperketat  pintu keluar dari Tanah Air. " Saya jelaskan bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang sampai ke Malaysia dengan cara berenang. Jadi mereka masuk itu jalurnya cuma melalui udara dengan pesawat, kapal laut atau angkutan darat di daerah yang berbatasan langsung seperti Sarawak," ujarnya. Dengan upaya ini, diharapkan jumlah pekerja ilegal asal Indonesia di luar negeri bisa ditekan seminimal mungkin.

    MASRUR (Kuala Lumpur)

    Baca juga:
    BPOM Rilis 10 Kosmetik Berbahaya, Apa Saja?

    Polisi Tembak Mati Perampok Nasabah Bank

    Jokowi Talangi Lapindo, Benarkah dari APBNP 2015?

    Berburu 'Berkah' Situ Cisanti dan Mitos Jodoh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.