Di Australia, 8 Anak Tewas Dibantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Cairns - Belum kering trauma warga Australia dari penyanderaan di Sydney, kini muncul kasus baru yang memilukan. Sebanyak delapan anak di Kota Cairns, sebelah utara Queensland, Australia, ditemukan tewas secara misterius pada Jumat, 19 Desember 2014.

    Anak-anak berusia 18 bulan hingga 15 tahun itu ditemukan bergelimpangan di dalam sebuah rumah di permukiman Manoora, dengan luka tusukan benda tajam. (Baca juga: Muslim Diteror, Begini Respons Warga Australia)

    Kantor berita BBC mengabarkan polisi menerima kabar kejadian ini dari seorang wanita. Wanita yang identitasnya dirahasiakan ini meminta polisi datang ke sebuah rumah di Murray Street pada pukul 11.20 waktu setempat. Menurut polisi, wanita itu kini dirawat di rumah sakit akibat luka tusukan. Penyidik kini menyegel permukiman Manoora karena tengah mencari barang bukti dari insiden memilukan ini.

    Kabar yang dilansir Associated Press menyebutkan wanita yang melaporkan peristiwa ini adalah kerabat dari anak-anak yang tewas. Namun Kepala Kepolisian Cairns Inspektur Detektif Bruno Asnicar belum memastikan identitasnya. "Yang jelas, peristiwa ini sangat menyedihkan," katanya. (Baca: Wajah Pembantai 132 Anak Sekolah di Peshawar.)

    Kasus ini pun mengundang perhatian publik. Perdana Menteri Australia Tony Abbot menyatakan peristiwa ini sebagai kejahatan yang tak terperi. "Semua orang tua pasti merasa pilu jika mengetahui apa yang telah terjadi di Cairns," kata Abbott.

    FERY F.

    Berita Terpopuler
    Dihujat FPI Soal Natal, Jokowi Dibela Ketua NU
    Kisah Ahok dan Keluarga Saat Diancam Preman Pluit 
    Deddy Mizwar Pejabat Tajir, Punya Rekening Gendut
    Pilot Dimaki Dhani, Garuda: Baru Pertama Terjadi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?