Dalai Lama Tak Mau Penerusnya Bodoh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalai Lama berdoa, di University of British Columbia di Vancouver, Kanada, 23 Oktober 2014. AP/The Canadian Press, Darryl Dyck

    Dalai Lama berdoa, di University of British Columbia di Vancouver, Kanada, 23 Oktober 2014. AP/The Canadian Press, Darryl Dyck

    TEMPO.CO, London - Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, mengatakan dirinya menyadari bisa menjadi orang terakhir yang memegang gelar itu. "Akan lebih baik jika tradisi ratusan tahun ini berhenti pada masa Dalai Lama yang terkenal," kata Dalai Lama seperti dilansir dari BBC pada Rabu, 17 Desember 2014.

    Dia mengatakan institusi Dalai Lama akan berakhir suatu hari nanti. "Tidak ada yang bisa menjamin munculnya Dalai Lama dungu yang akan mempermalukan dirinya sendiri," katanya.

    Sebelumnya, pria 79 tahun itu mengatakan dirinya bisa saja tidak memiliki seorang penerus. Dia menuturkan kehadiran Dalai Lama berikutnya bergantung pada kondisi setelah ia meninggal dan keputusan warga Tibet. "Berbeda dengan sebelumnya, peran Dalai Lama kini tidak memiliki tanggung jawab politik," ujarnya.

    Tokoh agama Buddha Tibet tertinggi kedua adalah Panchen Lama. Tokoh ini menjadi penentu Dalai Lama selanjutnya. Seorang anak laki-laki telah disebut sebagai Panchen Lama oleh Dalai Lama pada 1995. Namun Cina menolak dan mengusung kandidatnya sendiri. Keberadaan Panchen Lama pilihan Dalai Lama itu kini tidak diketahui.

    PAMELA SARNIA | BBC

    Baca berita lainnya:
    Wajah Ical Lenyap dari Markas Golkar

    Beda Cara Jokowi dan SBY Meredam Rupiah Jeblok

    Imam Prasodjo Ucapkan Innalillahi... pada KPK

    Gara-gara Ahok, Pengusaha Rugi Rp 190 Triliun

    RCTI Kena Semprot Tayangkan Ashanty Melahirkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.