Dinilai Bahayakan Pengendara, Iklan Seksi Dicopot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri dari pesepakbola Gerard Pique, Shakira bersama penyanyi pop Rihanna dengan mengenakan lingerie saat syuting video klip dalam single Can't Remember to Forget You. dailymail.co.uk

    Istri dari pesepakbola Gerard Pique, Shakira bersama penyanyi pop Rihanna dengan mengenakan lingerie saat syuting video klip dalam single Can't Remember to Forget You. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Milan - Kepolisian Milan didesak untuk menurunkan sejumlah papan reklame pakaian dalam wanita karena gambarnya membahayakan para pengendara mobil lantaran terlalu seksi.

    Iklan yang menampilkan model asal Argentina, Belen Rodríguez, ini akan diturunkan karena banyak warga mengeluhkan bahwa iklan tersebut telah membahayakan keselamatan berkendara di pusat Kota Milan.

    Salah satu papan reklame itu menampilkan gambar wanita 30 tahun saat akan melepas celana dalamnya. Sementara satu gambar lainnya menampilkan pose seksi sang model di atas ranjang. Sang model sendiri menyatakan bahwa posenya memang sensual, namun elegan. Dan, ia membantah bahwa foto-fotonya di sejumlah papan reklame berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

    Sebuah komite dari warga lokal melapor kepada pihak kepolisian dengan berlandaskan keselamatan di jalan raya. Dan, pihak yang berwenang kini siap menurunkan papan-papan reklame tersebut.

    Ini bukan kali pertama papan reklame pakaian dalam wanita harus dicopot karena dianggap mengganggu konsentrasi pengguna jalan raya.

    Papan reklame Wonderbra “Hello Boys” yang sangat terkenal yang menampilkan model Eva Herzigova dituding menjadi penyebab sejumlah kecelakaan lalu lintas pada 1994. Pada 1993, papan reklame H&M yang menampilkan mendiang Anna Nicole Smith sebagai model terbukti mengganggu konsentrasi pengemudi di Norwegia sehingga harus diturunkan.

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.