Wabah Ebola, Sierra Leone Larang Perayaan Natal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr. Martin Salia, seorang ahli bedah di Sierra Leone yang terjangkit viurs ebola dibawa menggunakan jet untuk diberikan perawatan di Rumah Sakit Ohama, 15 November 2014. AP/Nati Harnik

    Dr. Martin Salia, seorang ahli bedah di Sierra Leone yang terjangkit viurs ebola dibawa menggunakan jet untuk diberikan perawatan di Rumah Sakit Ohama, 15 November 2014. AP/Nati Harnik

    TEMPO.CO, Freetown -Serangan virus ebola di Sierra Leone yang meluas membuat pemerintah Sierra Leone mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru .

    Untuk memastikan, rakyat mematuhi larangan itu, aparat militer akan dikerahkan untuk berjaga-jaga. Mereka diperintahkan untuk memastikan tidak seorangpun membuka pintu rumahnya untuk turun ke jalan merayakan Natal maupun Tahun Baru. (Baca:Lawan Ebola, Cina Kirim 1.000 Ahli Medis ke Afrika )

    "Kami akan memastikan setiap orang tetap berada di rumah untuk mencegah ebola," kata Palo Conteh, pejabat pemerintah seperti diberitakan Channel News Asia, Sabtu, 13 Desember 2014.

    Namun Palo tidak menjelaskan batas waktu pemberlakuan larangan keluar rumah itu. Meski sebelumnya sempat orang-orang diizinkan keluar rumah untuk melakukan kebaktitan dan kegiatan bisnis lainnya. (Baca:Takut Ebola, Maroko Dicoret dari Piala Afrika )

    Pemberlakuan aturan darurat ini membuat berbagai aktivitas di malam hari dihentikan. Begitu juga larangan menggelar pertemuan di luar rumah. Meski begitu, tidak ada larangan diberlakukan secara luas. Sierra Leone telah mencatat 1,319 infeksi baru dalam tiga pekan terakhir.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA

    Baca juga:
    Khofifah ke Lokasi Longsor Banjarnegara Malam Ini
    Longsor, Kemensos Siapkan Tenda dan Dapur Umum
    Menteri Anies: Buku Kurikulum 2013 Tetap Dibagikan
    Film "Senyap" Bak 'Pucuk Dicinta, Ulam Tiba'



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.