ISIS Menjual Mayat Jurnalis Amerika Rp 1,2 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • James Foley kontributor freelance GlobalPost, saat meliput di Benghazi, Libya dalam video yang dirilis pada 7 April 2011 oleh GlobalPost. Foley tidak diketahui keberadaannya selama 2 tahun sebelum beredar video pembunuhannya. AP/GlobalPost

    James Foley kontributor freelance GlobalPost, saat meliput di Benghazi, Libya dalam video yang dirilis pada 7 April 2011 oleh GlobalPost. Foley tidak diketahui keberadaannya selama 2 tahun sebelum beredar video pembunuhannya. AP/GlobalPost

    TEMPO.CO, Suriah - Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali mengejutkan dunia. Setelah ISIS merilis video pemenggalan kepala jurnalis foto asal Amerika Serikat, James Foley, pada Agustus lalu, kini, ISIS akan menjual jasad James Foley kepada keluarga korban dan pemerintah Amerika Serikat. (Baca: Alasan Jakarta Post Memuat Karikatur ISIS)

    ISIS menjual jasad James Foley seharga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 1,2 triliun. Pertukaran jasad dengan uang itu nantinya akan diadakan di Turki. Seperti diberitakan Russia Today, Jumat, 12 Desember 2014, ISIS akan memberikan sampel DNA James Foley sebagai bukti.

    "Mereka minta US$ 1 miliar, dan mereka akan mengirim DNA ke Turki. Namun mereka meminta uang diberikan lebih dahulu," ujar seorang milisi ISIS di situsnya. (Baca: Tank dan Rudal ISIS Buatan Korea Utara )

    Keluarga James Foley dikabarkan tertarik menerima tawaran ISIS. Namun pemerintah Amerika Serikat dipastikan tidak akan mengizinkan transaksi itu. Sebelumnya, orang tua James Foley juga dilarang memberikan bantuan dana kepada ISIS. Jika larangan itu dilanggar, mereka akan dituntut. (Baca: Istri dan Putra Pemimpin ISIS Ditahan)

    ISIS telah membunuh tiga warga Amerika, yakni jurnalis foto James Foley, jurnalis Steve Sotloff, dan mantan prajurit Peter Kassig. ISIS diduga juga akan menjual jasad Steve dan Peter kepada keluarga mereka. Ini merupakan cara ISIS mengumpulkan uang untuk kegiatannya.

    RUSSIA TODAY | MARIA RITA

    Baca juga:
    Kasus Sutan, KPK Panggil Seorang Sekretaris
    Harta Gubernur Sulawesi Tenggara Rp 31,165 Miliar
    Bagaimana Alur Transaksi Rekening Gendut Gubernur Sultra?
    Curhat Anak Munir: Sering Bermimpi Bertemu Abah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.