Menteri Palestina Tewas Dianiaya Polisi Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Palestina Ziad Abu Ein (kiri) dicekik oleh polisi perbatasan Israel saat terlibat bentrokan di dekat West Bank, Ramallah, 10 Desember 2014. Abu Ein meninggal tidak lama terlibat bentrokan. REUTERS/Mohamad Torokman

    Menteri Palestina Ziad Abu Ein (kiri) dicekik oleh polisi perbatasan Israel saat terlibat bentrokan di dekat West Bank, Ramallah, 10 Desember 2014. Abu Ein meninggal tidak lama terlibat bentrokan. REUTERS/Mohamad Torokman

    TEMPO.CO, Gaza - Hasil otopsi jenazah menteri Palestina, Ziad Abu Ein, menurut salah seorang pejabat Palestina, menunjukkan bahwa almarhum tewas akibat dianiaya serdadu Israel. Namun keterangan tersebut dibantah oleh Israel.

    Abu Ein tewas pada Rabu, 10 Desember 2014, setelah seorang polisi perbatasan Israel mendorong dan mencekik lehernya ketika berunjuk rasa di daerah pendudukan Tepi Barat. Jenazah Abu Ein dikebumikan di Ramallah, Kamis, 11 Desember 2014.

    Kepala Urusan Sipil Palestina, Hussein Al Sheikh, menerangkan kepada stasiun radio Palestina bahwa hasil otopsi yang dikeluarkan pada Kamis dinihari, 11 Desember 2014, waktu setempat, menunjukkan penyebab kematian Al Sheikh adalah pukulan serdadu Israel dan tembakan gas air mata. "Israel menghalang-halangi upaya melarikan dia ke rumah sakit."

    Al Sheikh melanjutkan, ahli forensik Israel yang hadir dalam proses otopsi itu sepakat dengan temuan tesebut. Namun pemerintah Israel menolaknya. "Pejabat Israel menyebutkan sang Menteri mati karena terkena serangan jantung ketika lehernya dicekik seorang serdadu Israel," kata koresponden Al Jazeera, Imtiaz Tyab, dari Tepi Barat. Tyab mengatakan dua ahli dari Yordania dan seorang dari Israel hadir dalam proses otopsi mayat.

    Abu Ein, 55 tahun, merupakan salah seorang dari sejumlah warga Palestina dan aktivis asing yang terlibat konfrontasi dengan petugas keamanan Israel di pos jaga beberapa waktu lalu. Mereka berunjuk rasa menentang permukiman Yahudi di daerah pendudukan.

    Aksi Abu Ein dan aktivis asing itu dihadang oleh sekitar 30 tentara Israel dan polisi perbatasan. Petugas keamanan Negeri Yahudi itu menembakkan gas air mata dan granat suara ke arah demonstran. Aksi itu menimbulkan perkelahian disusul aksi polisi perbatasan mencekik leher Abu Ein dengan satu cengkeraman tangan. Pelbagai siaran video menunjukkan Abu Ein sama sekali tidak melakukan perlawanan.

    Beberapa saat setelah dicekik, Abu Ein tampak lunglai dan terhuyung ke tanah. Dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Keluarga almarhum dalam keterangannya kepada koran Haaretz mengatakan Abu Ein mengidap kencing manis dan tekanan darah tinggi.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Busyro: Menteri Susi Adalah Siti Hajar Abad Ke-21
    Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang
    Menkeu: Ada Pemilik Lamborghini Lolos dari Pajak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.