Kardinal Sin Wafat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Mantan pemimpin Gereja Katolik Filipina, Kardinal Jaime Sin meninggal dunia dalam usia 76 tahun di rumah sakit karena lama menderita diabetes dan komplikasi penyakit lainnya, Selasa (21/6) subuh waktu setempat. Demikian dilaporkan wartawan Tempo Wicaksono yang tengah mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di negeri itu. Sin dikenal amat vokal dan kritis terhadap pemberlakuan hukum darurat militer oleh rezim Presiden Ferdinand Marcos pada 1972. Ia juga dikenal sebagai kardinal yang amat berpengaruh dan terlibat dalam upaya mendorong People Power untuk menggulingkan rezim diktator Marcos pada 1986. Pada 2001, Kardinal Sin kembali turun gunung bersama rakyat guna menentang rezim korup pada masa kepresidenan Joseph Estrada yang disokong militer. Sebaliknya, Kardinal Sin dikenal sebagai penyokong dua presiden perempuan Filipina, yakni Corazon Aquino yang menggantikan Marcos, dan Gloria Arroyo yang menggantikan Estrada. Kardinal Sin mulai nonaktif dari dunia keuskupan di Manila pada 2003. Ia sempat mengalami serangan jantung pada Oktober tahun lalu. Hingga berita ini dibuat, belum ada kepastian kapan dan dimana jenazah Sin akan dikebumikan. Pemerintah dan pihak Gerejea Filipina masih mendiskusikannya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.