Mahathir Minta Junta Militer Bebaskan Suu Kyi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad meminta junta militer yang berkuasa di Myanmar untuk membebaskan pejuang demokrasi Aung San Suu Kyi.Saya pikir pemimpin Myanmar harus memperhatikan opini publik yang menginginkan pembebasan Suu Kyi. Inilah saatnya untuk memutuskan, dan hal itu akan membuat segala hal lebih mudah bagi setiap orang, kata dia.Mahathir adalah salah satu tokoh yang memperjuangkan diterimanya Myanmar menjadi anggota keluarga Asean. Dengan membebaskan Suu Kyi, katanya, penguasa Myanmar tak perlu merasa kehilangan muka. Tahun depan, Myanmar akan mendapat giliran menduduki kursi Ketua Asean, setelah Malaysia. Namun, parlemen beberapa negara Asean telah mendesak pemerintah mereka agar menunda hal itu, sampai junta militer di Myanmar bersedia melakukan reformasi. Pada Minggu (19/6) lusa, Suu Kyi akan genap berusia 60 tahun. Ia dikabarkan akan merayakan di rumahnya di Yangon. Dalam dua tahun terakhir, untuk ketiga kalinya dia menjalani tahanan rumah. Para pendukungnya akan menggelar aksi unjuk rasa di Kedutaan Besar Myanmar di seluruh dunia guna menuntut pembebasan Suu Kyi. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.