Pemilu di Iran Diikuti 46,7 juta Pemilih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Qum: Sistem pemilu di Iran memang sedikit berbeda dengan negara lain. Diantaranya tidak adanya partai politik yang resmi diakui pemerintah yang berfungsi menyeleksi kandidat calon presiden atau parlemen sebagaimana yang terdapat di negara-negara lain. Meskipun orang bebas mencalonkan diri menjadi presiden, anggota parlemen dan anggota majelis khubreghon harus lolos seleksi dewan garda (syuroe negahbon) yang beranggotakan 12 orang yaang dipilih oleh pemerintah dan Rahbar. Secara umum syarat-syarat seorang kandidat adalah mempunyai kemampuan manajemen, tidak pernah terlibat korupsi, tidak cacat moral dan setia terhadap Republik Islam Iran. Dari data Kementrian Dalam Negeri Iran yang membawahi setote intikhobot milli Iran (semacam KPU di Indonesia), warga negara Iran yang berhak untuk mengikuti pemilu kali ini berjumlah 46, 786,418 juta orang. Dibandingkan pemilu sebelumnya lonjakan jumlah pemilih ini cukup signifikan. Karena batas usia untuk memilih adalah 15 tahun dibandingkan sebelumnya 16 tahun. Dalam susana hari tenang kemarin, menurut koresponden Tempo di kota suci Qum, Iran, tayangan-tayangan televisi Iran banyak menampilkan acara-acara yang menjadi bagian kampanye pemerintah untuk mensukseskan pemilu yang sering diselingi dengan seruan Rahbar, Presiden Khatami dan fatwa-fatwa ulama untuk mensukseskan pemilu sebagai kewajiban Syar?i. "Kedatangan rakyat dalam kotak-kotak pemilu adalah bentuk perlawanan terhadap musuh-musuh Islam,"kata Khatami. Mujtahid Hashem

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.