Petugas Sulit Identifikasi WNI Korban Kapal Korsel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Deni Widodo, mengaku pihaknya masih kesulitan mengidentifikasi dua jenazah korban kapal tenggelam di Selat Bering, Rusia, yang salah satunya diduga warga negara Indonesia. (Baca: Kapal Korsel Tenggelam, 3 WNI Selamat)

    “Proses identifikasi tidak mudah. Korbannya ada warga negara Filipina juga yang mirip dengan WNI,” kata Deni ketika dihubungi, Rabu, 3 Desember 2014. Dia mengatakan KBRI di Seoul sudah mengantongi manifes penumpang kapal penangkap ikan bernama Oryong 501 itu. (Baca: Penyebab Kapal Korsel Tenggelam di Selat Bering)

    Data tersebut, kata Deni, sedang dalam proses verifikasi untuk kemudian diumumkan oleh pihak Kementerian Luar Negeri di Jakarta. “Kami membuka hotline juga,” ujarnya.

    Kapal nahas itu mengangkut 60 orang yang terdiri atas 35 warga Indonesia, 13 warga Filipina, 11 warga Korea Selatan, dan 1 dari Rusia. Menurut Deni, sudah delapan anak buah kapal yang diselamatkan oleh nelayan. “Tiga orang warga Indonesia,” ujarnya. Dengan demikian, total anak buah kapal yang sudah ditemukan berjumlah sepuluh orang. (Baca: Kapal Korsel Tenggelam, ABK Indonesia Masih Dicari)

    Deni mengaku belum mengidentifikasi korban selamat yang menumpang kapal nelayan Zalip Zabiyaka dan Carolina 77 itu. Musababnya, kapal tersebut baru mendarat di Rusia sepekan lagi. (Baca: Kapal Tenggelam di Rusia, Kemlu Sediakan Hotline)

    LINDA TRIANITA

    Terpopuler:
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga
    KPK Iming-imingi Suryadharma Ali Diskon Hukuman
    Fuad Amin: Dugaan Ijazah Palsu sampai Suap Migas
    Tentara Dibunuh karena Cabuli Anak Komandan Kodim?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?