Rusia Tuding NATO Bikin Kekacauan di Eropa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk, berdiri diatas kendaraan perang saat menginspeksi di markas militer di Lviv, barat Ukraina, 22 Oktober 2014. AP/Andrew Kravchenko

    Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk, berdiri diatas kendaraan perang saat menginspeksi di markas militer di Lviv, barat Ukraina, 22 Oktober 2014. AP/Andrew Kravchenko

    TEMPO.CO, Moscow - Rusia yakin NATO (North Atlantic Treaty Organization) telah menggoyang Eropa Timur dan negara-negara Baltik, termasuk menggelar latihan militer gabungan di sana. Hal itu dikatakan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Alexey Meshkov kepada kantor berita Interfax, Senin, 1 Desember 2014.

    Rusia menuduh NATO mengacau kawasan dengan memperkuat hubungan dengan negara-negara Eropa Timur, yang pernah didominasi Uni Soviet dan Moscow dengan meningkatkan lengan militernya tahun ini terkait dengan pertikaian atas Ukraina.

    “Apa yang telah dilakukan Komandan Aliansi Eropa NATO, Philip Breedlov dan yang lainnya? Mereka mencoba menggoyang kawasan yang mayoritas telah stabil, di Eropa Timur,” ujar Meshkov.

    Seperti dilaporkan Reuters, NATO telah meningkatkan latihan gabungan dan menawari peningkatan kekuatan tambahan dan rotasi, sementara kekuatan di Eropa Timur untuk menjamin negara anggota kawasan agar tak cemas akibat krisis di Ukraina.

    Moscow juga menyebut, akan menggelar latihan perang yang melibatkan 4000 tentara tahun depan. Rusia memang menaikkan latihan untuk mengetes dan meningkatkan kapabilitas militernya seiring memburuknya hubungan dengan Barat terkait krisis Ukraina.

    “Latihan-latihan akan berlangsung pada periode musim panas nanti secara simultan dalam beberapa latihan di darat, di dalam Rusia, maupun di tetangga,” ujar Yaroslav Roshupkin, juru bicara Distrik Militer Pusat Rusia. Latihan itu dinamai “Centre 2015”.

    Di luar itu, Presiden Rusia Vladimir Putih dan koleganya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bakal membahas perbedaan mereka yang tajam terkait krisis perang saudara di Suriah dan Ukraina selama perundingan di Ankara, kemarin.

    Menurut ABC News, Putin tiba di Turki dengan sejumlah besar delegasi, termasuk 10 menteri untuk membahas persoalan yang dipusatkan soal perdagangan, termasuk dua arah volume perdagangan dari saat ini sekitar US $ 33 miliar ke US$ 100 miliar pada 2020.

    Selama ini, Rusia mengalirkan gas dalam jumlah raksasa dan membangun untuk pertama kalinya pembangkit listrik nuklir.

    REUTERS | ABC NEWS | DWI ARJANTO

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Wakil Ahok | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Yorrys: Ical Bikin Partai Lapindo Jaya Saja 
    Jokowi Tampak Mulai Kedodoran Soal Hukum 
    Di Balik Kehadiran Prabowo Cs di Munas Ical


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.