Orang Tua Remaja Ferguson Kutuk Putusan Pengadilan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjuk rasa berlari dari gas air mata yang dilontarkan polisi setelah juru menyatakan polisi penembak Michael Brown tidak bersalah di Ferguson, Missouri, 25 November 2014. REUTERS/Jim Young

    Sejumlah pengunjuk rasa berlari dari gas air mata yang dilontarkan polisi setelah juru menyatakan polisi penembak Michael Brown tidak bersalah di Ferguson, Missouri, 25 November 2014. REUTERS/Jim Young

    TEMPO.CO, Ferguson - Keluarga Michael Brown mengutuk keputusan juri yang tidak mendakwa Darren Wilson, seorang polisi yang menembak mati Brown. Ayah dan ibu Brown tidak percaya anak mereka menyerang Darren yang sedang bertugas di dalam mobil polisi.

    "Saya tahu anak saya dengan sangat baik. Anak kami tidak akan menyerang siapa pun. Dia tidak punya catatan kriminal," kata ibu Michael, Lesley Brown, seperti dilaporkan BBC News, Rabu, 26 November 2014. (Baca: Komentar Obama Soal Kerusuhan di Ferguson)

    Dalam sidang, Wilson mengatakan kepada hakim dan juri bahwa Brown tiba-tiba merebut pistol yang sedang ia pegang. Wilson merasa harus menembak Brown karena keselamatan dirinya semakin terancam. "Saya tahu saya sudah melakukan pekerjaan ini (sebagai polisi) dengan baik," kata Wilson.

    Banyak warga Ferguson, yang mayoritas adalah warga kulit hitam, meminta Wilson didakwa karena melakukan pembunuhan. Namun 9 dari 12 juri memutuskan untuk membatalkan dakwaan karena bukti dan kesaksian yang disampaikan tidak kuat.

    Dengan keputusan itu, artinya Wilson tidak akan menghadapi tuduhan kriminal atas penembakan tersebut. Namun Departemen Kehakiman AS telah meluncurkan penyelidikan federal untuk mencari tahu apakah Wilson melangar hak-hak sipil Brown. (Baca: Kasus Penembakan di Ferguson, Demo Semakin Memanas)

    Aksi demo Ferguson telah menyebar hingga ke 12 kota di Amerika Serikat, seperti Philadelphia, Seattle, Albuquerque, New York, Cleveland, Los Angeles, Oakland, Minneapolis, Atlanta, Portland, Chicago, dan Boston. Dari aksi demo itu, polisi telah menangkap lebih dari 400 pendemo yang dianggap menjadi provokator perusakan dan kerusuhan di kota-kota itu.

    BBC NEWS | RINDU P. HESTYA


    Berita Lain:
    Mendapat Laporan Gay, ISIS Rajam Dua Anggotanya 
    Tokoh Time, Jokowi Bersaing dengan Suster Ebola 
    Komentar Obama Soal Kerusuhan di Ferguson  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.