Joshua Wong Ditahan Kepolisian Hong Kong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joshua Wong (tengah) membuat gerakan di Upacara pengibaran bendera di Golden Bauhinia Square, Hong Kong, 1 Oktober 2014. (Anthony Kwan/Getty Images)

    Joshua Wong (tengah) membuat gerakan di Upacara pengibaran bendera di Golden Bauhinia Square, Hong Kong, 1 Oktober 2014. (Anthony Kwan/Getty Images)

    TEMPO.CO, Hong Kong - Joshua Wong, pemimpin pro-demokrasi Hong Kong, ditahan oleh kepolisian setempat terkait dengan aksi unjuk rasa untuk memilih pemimpin Hong Kong secara langsung. Remaja 18 tahun itu dibawa dengan mobil bersama Lester Shum, rekannya yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Pelajar Hong Kong. (Baca juga: Jadi Aktivis, Joshua Wong, 17 Tahun, Ditakuti Cina)

    Sebelum ditahan, Shum sempat menuturkan pada CNN bahwa ia akan meminta rekan-rekannya bertahan di lokasi tenda hingga saat terakhir. “Kami akan tetap melakukan  perlawanan,” ujar Shum seperti dikutip CNN, Rabu, 26 November 2014.

    Seperti diketahui, sehari sebelumnya terjadi bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa di Mong Kok, bagian barat Semenanjung Kowloon, Hong Kong. Saat itu polisi mengawal juru sita untuk membongkar tenda pengunjuk rasa yang dipimpin Joshua. Pembongkaran itu dilakukan atas perintah pengadilan setelah menerima pengaduan dari pelaku bisnis yang merasa terganggu oleh aksi tersebut.

    Awalnya, pembongkaran berlangsung damai. Polisi mengingatkan bahwa siapa pun yang menghalangi juru sita akan dituntut atas tuduhan menghalangi petugas. Beberapa pengunjuk rasa bahkan turut membantu membongkar tenda.

    Namun belakanan, situasi tidak terkendali dan terjadi kericuhan. Juru bicara cabang kepolisian Hong Kong, Alice Tam, mengatakan ada 116 orang pengunjuk rasa yang ditahan. Mereka dituduh melawan polisi, berkumpul secara ilegal, dan kepemilikan senjata. “Dua puluh polisi terluka,” kata Alice.

    Aksi massa pro-demokrasi di Hong Kong berlangsung sejak Oktober untuk meminta hak memilih pemimpin secara langsung dalam pemilu 2017 mendatang. Namun pemerintah Cina daratan kukuh dengan keputusan mereka bahwa kandidat pemimpin Hong Kong dipilih oleh komite yang ditunjuk pejabat Beijing.

    CNN | ATMI PERTIWI

    Berita Lainnya:
    Mendapat Laporan Gay, ISIS Rajam Dua Anggotanya
    Komentar Obama Soal Kerusuhan di Ferguson
    Menculik, ISIS Bisa Terima Rp 547 Miliar Setahun
    PBB Desak AS Selesaikan Masalah Rasisme
    Suaka ke Australia, RI Pertimbangkan Sediakan Pulau


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.