Pemanasan Global Berpotensi Tingkatkan Kemiskinan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis lingkungan melakukan aksi teatrikal saat berlangsungnya Konferensi Perubahan Iklim di Copenhagen, Senin (07/12). Mereka menuntut keputusan yang tepat untuk mengatasi pemanasan global di bumi ini. AP Photo/Anja Niedringhaus

    Sejumlah aktivis lingkungan melakukan aksi teatrikal saat berlangsungnya Konferensi Perubahan Iklim di Copenhagen, Senin (07/12). Mereka menuntut keputusan yang tepat untuk mengatasi pemanasan global di bumi ini. AP Photo/Anja Niedringhaus

    TEMPO.CO, Washington - Bank Dunia memperingatkan negara-negara di dunia untuk mewaspadai dampak perubahan iklim. Menurut laporan yang dikeluarkan Bank Dunia pada Ahad, 23 November 2014, perubahan iklim akan meningkatkan tingkat kemiskinan di seluruh dunia.

    Dalam laporan terbaru, dampak pemanasan global menyebabkan suhu udara naik tajam, yang akan membuat beberapa daerah mengalami gagal panen dan kekurangan pasokan air. Situasi tersebut membuat negara-negara di dunia kesulitan membawa rakyatnya keluar dari kemiskinan.

    "Perubahan iklim menimbulkan risiko yang besar bagi kemajuan pembangunan dan dapat menggagalkan upaya global menghapus kemiskinan maupun peningkatan kesejahteraan," demikian bunyi laporan Bank Dunia, seperti dilansir Channel News Asia, Senin, 24 November 2014.

    Tanpa pencegahan dan keseriusan, tingkat pemanasan global bisa melebihi 1,5-2 derajat Celcius. "Dan dampak yang dihasilkan secara signifikan dapat memperburuk kemiskinan di beberapa daerah di seluruh dunia." (Baca: Tahun Ini, Musim Terpanas Sepanjang Sejarah)

    Bank Dunia juga menyatakan pemanasan global akan menyebabkan suhu naik 1,5 derajat Celcius, yang disumbang oleh industri. Kenaikan suhu juga disebabkan oleh emisi gas rumah kaca yang sudah terjadi sejak lama. Artinya, masyarakat dunia akan merasakan suhu yang semakin panas, naiknya permukaan laut, dan seringnya kejadian badai tropis. (Baca: Letusan Kecil Hambat Pemanasan Global)

    Tanpa adanya aksi bersama, kenaikan suhu global diprediksi dapat melonjak hingga di atas 4 derajat Celcius. "Menghapus kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan global, dan mengurangi kesenjangan global akan semakin sulit bila suhu panas melebihi 2 derajat Celcius," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

    Laporan Bank Dunia yang berjudul "Turn Down the Heat: Confronting the New Climate Normal" menunjukkan bahwa kenaikan suhu 2 derajat Celsius dapat menyebabkan produksi tanaman kedelai Brasil turun hingga 70 persen. Di Makedonia, dengan kenaikan suhu yang sama, produksi jagung, gandum, dan anggur akan turun 50 persen.

    Dampak-dampak tersebut, lanjut Kim, akan semakin menjauhkan upaya Bank Dunia mencapai target terhapusnya kemiskinan di seluruh dunia pada 2030.

    Perubahan iklim juga dapat meningkatkan risiko keamanan dan angka pengangguran serta menimbulkan ketidakstabilan politik. "Hal ini menciptakan potensi pemberontakan sosial dan konflik kekerasan," ujar Kim.

    CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA



    Terpopuler Dunia

    Salip Paus, Jokowi Masuk 10 Besar Voting TIME
    Tunisia Gelar Pilpres Pasca Arab Spring 
    Satu WNI Jadi Korban Ledakan Tambang di Malaysia
    Gadis Iran Penonton Bola Voli Bebas dari Tahanan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.