Buang Bayi, Ibu di Australia Dituntut 25 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi yang baru lahir ditemukan terperangkap di pipa saluran toilet umum di Cina (25/5). Diduga bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya lewat toilet umum. (AP Photo)

    Bayi yang baru lahir ditemukan terperangkap di pipa saluran toilet umum di Cina (25/5). Diduga bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya lewat toilet umum. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Sydney - Saifale Nai, seorang ibu di Sydney, Australia, tega mencoba membunuh bayinya. Ibu berusia 30 tahun ITU membuang putranya yang baru lahir ke selokan pekan lalu. “Perkiraan kami, dia lahir pada Senin, 17 November,” kata polisi setempat seperti dirilis Washington Post, Ahad, 23 November 2014.

    Beruntung, si kecil ditemukan oleh pengendara sepeda yang melintas dan mendengar tangisan. Bayi itu berada di selokan selama lima hari, tepatnya di saluran berkedalaman 2,5 meter di M7 Motorway, Quakers Hill, Sydney. Ia akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Anak Westmead.

    Atas tindakannya itu, Nai dijerat pasal percobaan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 25 tahun. Namun ia tidak hadir dalam sidang di pengadilan Blacktown pada hari ini. Pengacaranya tidak mengajukan jaminan ataupun keberatan. Sidiang Nai selanjutnya akan digelar pada Jumat mendatang.

    Andrew Pesce, ginekolog, dokter kandungan, sekaligus mantan Presiden Asosiasi Medis Australia, mengatakan bayi itu berpotensi mengalami kerusakan otak. Bayi itu bertahan lama dalam keadaan kekurangan nutrisi akibat dibuang dan kehilangan 10 persen bobot tubuhnya.

    WASHINGTON POST | ATMI PERTIWI

    Berita Lainnya:
    Tunisia Gelar Pilpres Pasca Arab Spring 
    Satu WNI Jadi Korban Ledakan Tambang di Malaysia
    Gadis Iran Penonton Bola Voli Bebas dari Tahanan 
    Salam ala Hunger Games, 8 Warga Thailand Ditahan 
    Ebola, AS Longgarkan Aturan Imigrasi buat Afrika  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.