Selasa, 20 November 2018

Lomba Menulis, Kaesang Jokowi Dapat Medali Perak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo. (Instagram/kaesangp)

    Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo. (Instagram/kaesangp)

    TEMPO.CO, Singapura - Kaesang Pangarep adalah anak ketiga dari Presiden Indonesia Joko Widodo dan Iriana. Namun jangan remehkan prestasi putra bungsu Jokowi ini. Diam-diam Kaesang ternyata siswa yang cukup berprestasi di sekolahnya, Anglo-Chinese School (ACS), di Singapura. (Baca: Anak Jokowi Lulus dari Anglo-Chinese Singapura)

    Prestasi Kaesang ini diumumkan lewat sebuah surat dari Kepala Sekolah P. Kerr Fulton-Peebles pada 1 November 2012. Dalam surat itu, Fulton-Peebles membahas sejumlah hal yang akan dilakukan sekolah selama satu bulan ke depan.

    Lalu, pada poin Urusan Akademi, sekolah mengumumkan pemenang lomba Malay National Essay Writing Competition. Dalam laporan itu, Kaesang menjadi salah satu peserta yang mendapatkan medali perak bersama lima rekannya. (Baca: Anak Jokowi Lulus dari Anglo-Chinese Singapura)

    "Kami terdorong dengan keberhasilan siswa kami dalam Malay National Essay Writing Competition. Dari 230 siswa di 43 sekolah, kami mendapatkan 12 medali," kata Fulton-Peebles dalam surat itu.

    Kaesang memang suka menulis. Remaja 19 tahun ini cukup aktif mengisi blog pribadinya, yakni Misterkacang.blogspot.com. Kaesang memberi judul blog itu dengan nama "Diary Anak Kampung".

    Lewat blog-nya itu, Kaesang sering berbagi hal-hal lucu seputar kesehariannya, dari sedihnya menjomblo, hari pertama di ACS, hingga komentarnya saat pelantikan sang ayah sebagai Presiden Indonesia ketujuh.

    RINDU P. HESTYA

    Berita Lain:
    Cerita Ibunda Soal Miss Honduras yang Tewas Tragis
    New York Dihantam Badai Salju, Sedikitnya 8 Tewas 
    Demi Putrinya, Ibu di Belanda Nekat ke Suriah  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.