Di Negara Ini Harga BBM Turun Tapi Tetap Mahal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SPBU Petronas di Kuala Lumpur, 13 Agustus 2014. MANAN VATSYAYANA/AFP/Getty Images

    SPBU Petronas di Kuala Lumpur, 13 Agustus 2014. MANAN VATSYAYANA/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan harga bensin bersubsidi di Indonesia memicu berbagai reaksi masyarakat. Beberapa tokoh mengkritik pemerintah lantaran menaikkan harga Premium dan solar bersubsidi justru ketika harga minyak dunia sedang turun. (Nurul Arifin: Harga Dunia Turun, Kok BBM Kita Naik)

    Beberapa negara "melepas" harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri sehingga harga akan mengikuti naik turunnya harga minyak dunia. Mesk harga bisa turun, namun karena mengikuti fluktuasi harga minyak dunia, tetap saja BBM di sana lebih mahal dari harga BBM bersubsidi di Indonesia. Di Indonesia, bahan bakar yang mengikuti harga pasar ini adalah Pertamax (oktan 92) dan Pertamax Plus (oktan 96), keduanya tanpa subsidi. Harga Pertamax saat ini adalah Rp 10.200 per liter, turun dari sebelumnya Rp 10.500 per liter. (Antisipasi Kenaikan BBM, Impor Pertamax Ditambah)

    Harga bahan bakar bersubsidi di Indonesia lebih murah dibanding harga bensin jenis yang sama di beberapa negara lain. Namun, di sejumlah negara itu, harga bensin tersebut telah dikoreksi. Di Taiwan, bensin setara Pertamax dibanderol seharga NT$29,4 atau sekitar Rp 11.678 per liter, turun hingga NT$0,6 atau Rp 238 dibanding akhir Oktober lalu.

    Vietnam malah mengalami penurunan harga bensin sembilan kali berturut-turut dalam setahun ini. Harga bensin oktan 92 di Vietnam saat ini mencapai VND21,390 atau Rp 12.251, berkurang hingga VND4,250 atau Rp 2.434 sejak bulan lalu.

    Seiring dengan penurunan harga minyak mentah hingga 25 persen, Malaysia juga memberlakukan penurunan harga bensin. Per awal pekan lalu, satu liter bensin di Malaysia dibanderol dengan harga 2,30 RM atau Rp 8.389. (Baca: Harga BBM Naik, Mahasiswa Mulai Menggelar Demo)

    Begitu pula Singapura, yang memotong harga bensin menjadi US$ 1.58 atau Rp 19.358 per liter per 17 November kemarin. Harga bensin di Negeri Singa itu turun dari US$ 1.60 atau Rp 19.531 bila dibandingkan dengan harga pada 10 November lalu.

    RINDU P HESTYA | THE CHINA POST | THE RAKYAT POST| THANHNIEN NEWS

    Berita Lain:
    Jokowi Jadi Koki, Benarkah Australia Menghina?
    Berebut Duit, WNI Ini Divonis di Singapura
    Ngacir Saat KTT G20, Putin Mengaku Pengin Tidur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.