Peter Kassig, Relawan AS yang Dibunuh ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul-Rahman Kassig (kanan) berpose bersama ayahnya Ed Kassig. AP/Courtesy Kassig Family

    Abdul-Rahman Kassig (kanan) berpose bersama ayahnya Ed Kassig. AP/Courtesy Kassig Family

    TEMPO.CO, Jakarta - Peter Kassig adalah warga Barat kelima yang dieksekusi oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam sebuah video yang dirilis Ahad kemarin, terlihat seorang milisi menginjak sebuah benda yang diyakini merupakan kepala Kassig yang sudah terpenggal. (Baca: ISIS Rilis Lagi Video Pemenggalan Warga AS)

    Banyak pihak yang menyayangkan kepergian Kassig. Bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengaku bahwa Kassig adalah aktivis kemanusiaan yang amat berjasa dan peduli dengan nasib warga Suriah.

    Dikutip dari NBC News, Senin, 17 November 2014, sebelum menjadi relawan, Kassig adalah seorang tentara AS. Dia dikirim ke Irak pada Maret 2012. Saat bertugas di Irak, Beirut, dan Lebanon, ia melihat banyak sekali masalah yang dialami penduduk di sana. Semuanya serba-kekurangan dan terlalu banyak penderitaan.

    "Saya menjalani hidup dengan apa yang saya percayai. Namun saya belum merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu. Di sini, di negeri ini, saya menemukan panggilan hidup. Saya memiliki kesempatan untuk membuat perubahan dan membantu orang-orang di sini," tulis Kassig dalam pesan yang ditulisnya pada 18 Maret 2012 lalu.

    Setelah 18 bulan membantu warga, ia memutuskan untuk mendirikan organisasi non-pemerintah bernama Special Emergency Response and Assitance (SERA). Lalu ia pindah ke Turki dan membuat SERA jauh lebih besar untuk membantu warga Suriah yang kabur dari konflik negaranya. (Baca: Obama Berduka Atas Kematian Korban ISIS)

    Oktober 2013, Kassig ditangkap oleh ISIS saat sedang mengantarkan peralatan medis dengan ambulans. Pada waktu yang sama pula, Kassig dilaporkan telah masuk Islam dan berganti nama menjadi Abdul-Rahman Kassig.

    Awal bulan lalu, ISIS merilis video penyekapan Kassig. Pria 26 tahun itu muncul dalam video pemenggalan Allan Henning, relawan asal Inggris. Kala itu, ISIS mengancam akan membunuh Kassig jika Amerika Serikat tidak menghentikan serangan ke Suriah untuk menghancurkan ISIS.

    Berkaitan dengan eksekusi terhadap Kassig, akun Twitter khusus untuk keluarga Kassig saat ini memiliki 1.779 pengikut. Setelah video kematian Kassig beredar, akun bernama Kassigfamily itu berkicau, "Kami sangat hancur ketika menyadari bawa anak kami telah kehilangan nyawanya karena menunjukkan cintanya kepada warga Suriah."

    RINDU P. HESTYA | NBC NEWS

    Berita Lain:
    Kata Romo Benny Soal Muslim AS yang Salat di Katedral
    Pertama Kali, Muslim Amerika Jumatan di Katedral
    Jokowi Bahas Industri Pertahanan dengan Merkel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.