Berebut Duit, WNI Ini Divonis di Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga orang wisatawan berpose dengan mengenakan masker dan kacamata di depan patung Singapore Merlion di Singapura, (21/6). Populasi asap dari kebakaran hutan di Indonesia membuat warga Singapura mengenakan masker. (AP Photo/Joseph Nair)

    Tiga orang wisatawan berpose dengan mengenakan masker dan kacamata di depan patung Singapore Merlion di Singapura, (21/6). Populasi asap dari kebakaran hutan di Indonesia membuat warga Singapura mengenakan masker. (AP Photo/Joseph Nair)

    TEMPO.CO, Singapura - Seorang pria Indonesia didakwa pengadilan Singapura atas dugaan melakukan serangan terhadap rekan senegaranya, Kang Tie Tie, Jumat, 14 November 2014. Menurut laporan media massa, pria yang diidentifikasi bernama Arun ini mencoba mencuri uang US$ 600 ribu (sekitar Rp 7 miliar) yang dibawa Kang di tempat umum.

    Kejadian ini berlangsung di Raffles Place, yang selalu ramai oleh warga setempat dan wisatawan. Seorang saksi menjelaskan, tiba-tiba saja Arun menyerang Kang dengan pisau sepanjang 12,5 sentimeter yang dibawanya. Saksi itu yakin Arun sudah merencanakan serangan terhadap Kang.

    "Korban ditikam di bagian pinggul kanan dan pinggang. Pelaku diduga ingin merampas uang yang dibawa korban dengan mata uang Singapura, Brunei, Malaysia, Indonesia, dan tiga cek uang tunai senilai US$ 600 ribu di dalam sebuah tas selempang," demikian laporan pengadilan, seperti dilaporkan Channel News Asia, Sabtu, 15 November 2014.

    Para saksi yang melihat kejadian itu langsung mencoba memisahkan Kang dengan Arun. Kedua pria itu terluka, sehingga langsung dibawa ke Singapore General Hospital. Dakwaan diberikan kepada Arun lewat video dari pengadilan pada Sabtu lalu.

    "Pelaku akan dikenai hukuman berat karena melakukan perampokan dan menyebabkan luka berat. Ia terancam 10 tahun penjara," kata pejabat setempat.

    Kasus ini sangat menggegerkan warga Singapura. Bagaimana tidak? Negara ini dinobatkan sebagai negara paling aman di dunia. Tingkat kejahatan di sana juga paling rendah sejagat dalam 30 tahun terakhir. Sepanjang 2013, hanya ada 559 kasus kriminal per 100 ribu orang dan kebanyakan hanya kasus ringan, seperti pencopetan atau buang sampah sembarangan.

    RINDU P. HESTYA | CHANNEL NEWS ASIA

    Berita Lain:
    Kata Romo Benny Soal Muslim AS yang Salat di Katedral
    Jokowi Bahas Industri Pertahanan dengan Merkel
    Pertama Kali, Muslim Amerika Jumatan di Katedral


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.