ISIS Rilis Lagi Video Pemenggalan Warga AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul-Rahman Kassig (kanan) berpose bersama ayahnya Ed Kassig. AP/Courtesy Kassig Family

    Abdul-Rahman Kassig (kanan) berpose bersama ayahnya Ed Kassig. AP/Courtesy Kassig Family

    TEMPO.CO, Jakarta - Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali merilis video tawanan yang mereka bunuh. Kali ini korbannya adalah Peter Kassig, warga negara Amerika Serikat yang menjadi relawan di Suriah.

    Dalam video berdurasi 16 menit itu, terlihat seorang anggota ISIS berbaju hitam berdiri di samping Kassig. Namun video itu tidak menampilkan proses pemenggalan korban, tidak seperti video-video eksekusi sebelumnya. Rekaman itu hanya memperlihatkan kepala Kassig yang sudah berada di bawah kaki si algojo. (Baca: Disandera ISIS, Mualaf dari Amerika: Saya Takut)

    "Inilah Peter Edward Kassig, seorang warga negara AS. Peter, yang berjuang melawan ISIS di Irak, adalah prajurit. Kami berkata kepada Anda, Obama..., Anda mengklaim telah menarik pasukan dari Irak empat tahun lalu. Anda menyembunyikan beberapa kekuatan di balik kekuasaan," kata anggota milisi itu, seperti dilaporkan Fox News, Ahad, 16 November 2014.

    Menurut pantauan para ahli, lokasi di dalam video itu diketahui berada di Dabiq, kota kecil di Suriah. Video itu juga menunjukkan pemenggalan massal terhadap lebih dari selusin tentara Suriah. Namun belum dapat dipastikan kapan video itu dibuat.(Baca: Perangi ISIS, AS Tambah 1.500 Tentara ke Irak)

    Kassig adalah sandera asal Barat kelima yang dibunuh ISIS dalam kurun kurang dari tiga bulan. Kassig diketahui sudah masuk Islam dan berganti nama menjai Abdul-Rahman akhir tahun lalu.

    RINDU P. HESTYA | FOX NEWS

    Berita Lain:
    Kata Romo Benny Soal Muslim AS yang Salat di Katedral
    Jokowi Bahas Industri Pertahanan dengan Merkel
    Pertama Kali, Muslim Amerika Jumatan di Katedral


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.