Pertama Kali, Muslim Amerika Jumatan di Katedral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang umat Muslim berdoa saat pelaksanaan salat Jumat, Jumat 14 November 2014, di di Katedral Nasional di Washington, Amerika Serikat. Jemaat dari lima komunitas Muslim mengikuti salat Jumat yang baru pertama kali diadakan di Katedral ini. Alex Wong/Getty Images

    Seorang umat Muslim berdoa saat pelaksanaan salat Jumat, Jumat 14 November 2014, di di Katedral Nasional di Washington, Amerika Serikat. Jemaat dari lima komunitas Muslim mengikuti salat Jumat yang baru pertama kali diadakan di Katedral ini. Alex Wong/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk pertama kalinya, umat muslim di Amerika Serikat menggelar salat Jumat di Gereja Katedral Nasional, Washington, salah satu gereja terkenal di Amerika Serikat, Jumat, 14 November 2014.

    Gagasan salat Jumat di gereja ini diprakarsai oleh Pendeta Campbell dan Duta Besar Afrika Selatan, Ebrahim Rasool. Ketika mereka mengadakan pelayanan peringatan antaragama bagi almarhum Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. (Baca: Pasarkan Produk Halal di AS Bisa Lewat Houston)

    "Ini menjadi momen dramatis dalam hubungan Muslim-Kristen," ujar Rasool. Rasool juga mengatakan, inilah yang dibutuhkan dunia, di mana semua orang dapat bebas menjalankan keyakinan. "Tak ada lagi Islamphobia, rasisme, anti-Yahudi, anti-Kristen."

    Rasool mengatakan, kegiatan ini menjadi simbol bagi tiga juta muslim di AS agar merasa diterima di negara yang mayoritas Kristen, serta bagi muslim di negara mereka yang menjadi mayoritas untuk menunjukkan kebaikan bagi pemeluk agama minoritas.

    Para pemimpin gereja dan kelompok-kelompok muslim berharap, salat Jumat ini memberikan pesan perdamaian dan menentang penggunaan agama ekstrem untuk membenarkan kebencian dan perselisihan. (Baca juga: Obama: Indonesia Berkontribusi bagi Keamanan Dunia)

    Pendeta Campbell mengatakan, pengurus katedral akan menggeser bangku di bagian utara sehingga bisa digelar karpet. Karpet-karpet sajadah dibentangkan secara diagonal, agar para jamaah menghadap kiblat tanpa melihat salib atau simbol-simbol Kristen.

    Selain itu, bagian utara juga tak banyak dipasang gambar berkaitan dengan Kristen, sehingga cocok digunakan sebagai tempat salat Jumat. (Baca: Obama: Indonesia Contoh bagi Demokrasi-Pluralisme)

    Pelaksanaan salat Jumat ini didukung para pemimpin muslim dari Masyarakat Muslim All Dulles (ADAMS), Masjid Muhammad, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA), dan Muslim Public Affairs Council (MPAC).

    WASHINGTON POST | ODELIA SINAGA

    Baca Berita Terpopuler
    Jokowi Kenalkan Blusukan di Forum G-20
    Kasus Shabu Unhas, Nilam Dikenal Temperamental
    Sarwono: Ada Calon Ketum Golkar yang Pro-Jokowi
    Relawan Jokowi Kritik Kebijakan Menteri ESDM
    Selain SBY, Ical dan Prabowo 'Korban' Timothy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.