Diplomasi Blak-blakan Jokowi Jadi Perhatian Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: Benigno Aquino III, Lee Hsien Loong, Prayut Chan-o-cha, Nguyen Tan Dung, Thein Sein,  Najib Razak, Hassanal Bolkiah, Hun Sen,  Jokowi dan Thongsing Thammavong berpose di pembukaan pertemuan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) ke-25 di Naypyitaw, Myanmar, 12 November 2014. AP/Khin Maung Win

    Kiri-kanan: Benigno Aquino III, Lee Hsien Loong, Prayut Chan-o-cha, Nguyen Tan Dung, Thein Sein, Najib Razak, Hassanal Bolkiah, Hun Sen, Jokowi dan Thongsing Thammavong berpose di pembukaan pertemuan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) ke-25 di Naypyitaw, Myanmar, 12 November 2014. AP/Khin Maung Win

    TEMPO.CO, Jakarta - Ternyata istilah "blusukan" bukan satu-satunya istilah Jawa yang melekat di diri Jokowi. Jokowi juga telah dikenal memperkenalkan "blak-blakan" sebagai ciri khas diplomasinya di pertemuan G20 di Australia.

    Dikutip The Conversation pada 15 November 2014, menjadi suatu keajaiban jika konsep diplomasi "blak-blakan" Joko Widodo dapat melampaui Perdana Menteri, Tony Abbott, yang juga dikenal gemar mengeluarkan pernyataan terbuka.

    Dalam pertemuan di KTT ASEAN dua hari lalu, Jokowi mengungkapkan bahwa,"Indonesia bersikap terbuka terhadap pasar bebas, tapi tidak ingin hanya menjadi pasar bagi produk negara-negara tetangga." (Baca: G-20, Abbott Atur Duduk Jokowi Sejak 20 Oktober  )

    Sikap terus terang Jokowi dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia mendapat perhatian media luar seperti China Post yang memberi judul "Joko Widodo Delivers A Blunt Message to ASEAN". Lalu media online AsiaOne juga menurunkan judul "Jokowi Ushers in Diplomacy Tactic of Being Direct."

    Dalam ajang G20, yang berlangsung dari hari ini hingga besok, Joko Widodo dianggap sebagai tamu khusus. Tony Abbot bahkan menyiapkan waktu khusus untuk makan malam berdua guna membicarakan kerja sama bilateral lebih dalam, kemarin malam. (Baca: Di G20, Jokowi Jadi Perhatian)

    Menurut Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto, Abbot memang telah kesengsem ingin berdekatan dengan Jokowi sejak pelantikan di MPR pada 20 Oktober lalu. "Saat itu Abbot mengatakan akan mengatur duduk berdekatan dengan Jokowi di KTT G 20," kata Andi kepada pers.

    Pemimpin Indonesia yang sangat tertarik dengan agenda infrastruktur ini juga banyak diincar media luar negeri sebagai laporan mereka. Menurut The Conversation, agenda domestik Indonesia yaitu pembangunan infrastruktur dalam skala nasional akan menjadi agenda utama Jokowi di forum internasional ini.



    INTAN MAHARANI | THE CONVERSATION

    Berita Terpopuler:
    G20, Sofyan Djalil Tak Setuju Usulan Menteri Susi
    Menko Sofyan: Hanya yang Berkepentingan Boleh Ikut Jokowi
    Respons Keluhan Kadin, Jonan Langsung Telepon Rini
    JK: Kenaikan Harga BBM Harus Lebih Cepat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.