G-20, Abbott Atur Duduk Jokowi Sejak 20 Oktober  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan pemimpin G20 di Brisbane, Australia, Sabtu, 15 November 2014. AP/G20 Australia, Steve Christo

    Pertemuan pemimpin G20 di Brisbane, Australia, Sabtu, 15 November 2014. AP/G20 Australia, Steve Christo

    TEMPO.CO, Brisbane - Presiden Joko Widodo kembali mendapat kursi VIP selama acara pembukaan KTT G-20 di Brisbane Exhibition and Convention Center. Jokowi duduk di sebelah Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. Di sebelah Abbott, duduk Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Di sebelah Jokowi, duduk Perdana Menteri Inggris, David Cameron. (Bertemu Abbott, Jokowi: Australia Itu Penting)

    Jokowi menjadi satu-satunya presiden dari negara Asia yang duduk satu baris dengan Obama, Abbott, Cameron. Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga duduk pada baris yang sama, tapi di paling pojok. (Jokowi di KTT G20, Ini Agendanya)

    Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto, mengatakan Abbott sudah meminta Jokowi untuk datang ke G-20 dan duduk di sebelahnya sejak acara pelantikan Jokowi pada 20 Oktober lalu. "Abbott yang meminta Jokowi untuk duduk di sebelahnya. Mintanya sejak pelantikan 20 Oktober lalu," kata Andi kepada Tempo di Brisbane, Sabtu, 15 November 2014. (G20, Jokowi Temui PM Italia)

    Tony Abbott memang datang pada acara pelantikan Jokowi pada 20 Oktober lalu. Setelah menghadiri pelantikan, Jokowi dan Abott sempat melakukan pertemuan bilateral di Istana Negara. Kemarin, keduanya kembali melakukan pertemuan bilateral di Brisbane Exhibition and Convention Center. Keduanya membahas kerja sama di sektor pendidikan. (Manfaat Indonesia di G20, Begini Kata JK)

    ANANDA TERESIA

    Terpopuler:
    JK: Klaim Malaysia di Nunukan Ancam Kedaulatan RI
    G20, Jokowi Paparkan Reformasi Ekonomi Indonesia
    Baju 'Mao Zedong' KTT APEC Jadi Tren Mode di Cina
    Xi Jinping Bisiki Jokowi 3 Kunci Sukses Cina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.