Jokowi di KTT G20, Ini Agendanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berfoto bersama pengunjuk rasa yang memakai topeng para pemimpin G20 dan berpakaian seperti penyelamat pantai saat menyerukan kesetaraan global di tempat pertemuan G20, Brisbane, 14 November 2014. REUTERS/Jason Reed

    Warga berfoto bersama pengunjuk rasa yang memakai topeng para pemimpin G20 dan berpakaian seperti penyelamat pantai saat menyerukan kesetaraan global di tempat pertemuan G20, Brisbane, 14 November 2014. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.CO, Brisbane - Setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Myanmar dua hari terakhir, Presiden Joko Widodo akan menghadiri konferensi G20 di Brisbane, Australia, selama dua hari, 15-16 November 2014. Presiden Jokowi tiba di Australia bersamaan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Cina Xi Jinping, Jumat, 14 November 2014. (Baca: G20, Jokowi Harus Perhatikan 3 Syarat Ini)

    Sebelum memulai konferensi esok hari, rencananya Presiden Jokowi akan bertemu Perdana Menteri Australia Tony Abbott pukul 19.00 waktu Brisbane. Pertemuan diperkirakan akan membicarakan hubungan bilateral dua negara. (Baca: Susi Tolak G-20, Jokowi Patut Pikirkan)

    Setelah bertemu Abbot, Presiden Jokowi akan bertemu dengan warga Indonesia yang sedang berada di sana. Pertemuan akan digelar di Queensland University Technology, Brisbane. (Baca: Di G20, Jokowi Diminta Tak Obral Sektor Strategis)

    Konferensi G20 adalah konferensi tingkat tinggi negara-negara anggota G20 akan diselenggarakan akhir pekan ini. G20 beranggotakan 19 negara maju dan Uni Eropa. Topik yang akan dibahas dalam KTT G20 terkait dengan ekonomi dan perdagangan dunia.

    ANANDA THERESIA

    Baca juga:
    Sergio van Dijk Incar Tempat Utama di Timnas
    Upah Kota Bekasi Ditetapkan Rp 2,9 Juta
    Banjir, Jalur Lintas Barat Sumatera Terputus
    Aburizal Disebut Lancarkan Perang Urat Syaraf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.