KTT G20, Para Pemimpin Dunia Mendarat di Brisbane

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Keamanan di Brisbane Convention & Exhibition Centre, memperketat keamanan menjelang KTT G20, di Brisbane, Australia, 12 November 2014. Glenn Hunt/Getty Images

    Petugas Keamanan di Brisbane Convention & Exhibition Centre, memperketat keamanan menjelang KTT G20, di Brisbane, Australia, 12 November 2014. Glenn Hunt/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemimpin dunia yang mengikuti pertemuan G20 mulai berdatangan di Brisbane, Australia, pagi ini. Delegasi Jepang, Meksiko, India, dan Korea Selatan telah mendarat di Brisbane pagi ini, seperti dilansir ABC News pada 14 November 2014.

    Perdana Menteri Inggris David Cameron dikabarkan telah tiba tadi malam di Australia dan sedang dalam perjalanan ke Brisbane. Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara anggota G20 akan diselenggarakan akhir pekan ini. G20 beranggotakan 19 negara maju dan Uni Eropa. Topik yang akan dibahas dalam KTT G20 terkait dengan ekonomi dan perdagangan dunia. (Baca: Jelang G20, Obama Diancam Dibunuh)

    Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan akan ada tiga topik utama yang dibahas dalam KTT G20 yang dimulai pada hari Sabtu, 15 November 2014. Yakni penguatan sektor swasta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperkuat posisi ekonomi dunia terhadap tantangan pada masa depan, dan bagaimana menopang institusi global. (Baca: Menteri Susi Usul Indonesia Keluar dari G20)

    KTT G20 yang diadakan di Brisbane, Australia, akan menghadirkan 5.300 delegasi dan 2.300 media yang akan meliput pertemuan itu. Aksi demonstrasi mengkritik KTT G20 juga akan meramaikan perhelatan ini. 

    INTAN MAHARANI | ABC NEWS

    Baca juga:

    Pakai Istilah Rohingya, Ban Dikecam Myanmar
    Demi Foto dan Ayah, Timothy Pepet Mobil SBY
    Kubu Aburizal Tampik Golkar Gagal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.