Pemberontak Suriah Tolak Gencatan Senjata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahmud Idilbi dalam gedongan Khaled di Aleppo, 12 Juli 2014. Khaled menganggap selamatnya bayi ini sebagai keajaiban dari Tuhan.  ZEIN AL-RIFAI/AFP/Getty Images

    Mahmud Idilbi dalam gedongan Khaled di Aleppo, 12 Juli 2014. Khaled menganggap selamatnya bayi ini sebagai keajaiban dari Tuhan. ZEIN AL-RIFAI/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Aleppo - Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Aleppo menolak usulan  Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan gencatan senjata di kota terbesar kedua di Suriah tersebut. Usulan itu terkait dengan penghentian pertempuran oleh pasukan pemerintah.

    Zaher al-Saket, komandan militer FSA di kota itu, Rabu, 12 November 2014, mengatakan proposal tersebut hanyalah dalih pasukan Presiden Bashar al-Assad. Dia berjanji akan tetap menggelorakan perang.

    "Pertama, saya ingin mengatakan kami benar-benar menolak gencatan senjata," ucapnya dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera. "Kami belajar tidak percaya terhadap rezim Assad, sebab mereka licik dan hanya ingin mengulur waktu. Kami melihat apa yang terjadi di Homs, dan kami tidak akan pernah menerima skenario yang sama di Aleppo."

    Kabar terbaru para aktivis menyebutkan bahwa pasukan loyalis Assad telah menjatuhkan bom di Al-Marjeh, Aleppo, Rabu, 12 November 2014. Sejumlah gambar menunjukkan beberapa pria terkubur reruntuhan gedung. Hingga saat ini belum ada informasi ihwal jumlah korban tewas dalam peristiwa tersebut.  

    Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk Suriah, Selasa, 11 November 2014, mengatakan pemerintah Suriah telah merespons usulan PBB dengan baik. De Mistura bulan lalu telah menyiapkan rencana operasi kemanusiaan di Aleppo dan mengirimkan pasukan perdamaian.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Kuasa Hukum: Mana Buktinya FPI Rasis... 
    Aset Udar Pristono Tersebar di Jakarta dan Bogor
    Skype Bakal Gantikan Lync di Office 365
    Presentasi Jokowi di APEC Memukau, Apa Resepnya?

         


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.