3 Syarat Jokowi Agar Pasar Bebas ASEAN Sukses

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bertepuk tangan saat mengikuti sidang pleno di pertemuan ASEAN ke-25 di Naypyitaw, Myanmar, 12 November 2014.  REUTERS/Damir Sagolj

    Presiden Jokowi bertepuk tangan saat mengikuti sidang pleno di pertemuan ASEAN ke-25 di Naypyitaw, Myanmar, 12 November 2014. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Nay Pyi Taw - Presiden Joko Widodo menilai negara-negara ASEAN harus melakukan tiga hal utama agar dapat mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, dan peningkatan perdagangan intra ASEAN menjadi tiga hal utama yang harus diprioritaskan. (Baca: Di KTT ASEAN, Jokowi Paparkan Ide Poros Maritim)

    "Pertama, negara ASEAN harus mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas di negara ASEAN, antarnegara ASEAN, dan negara mitra," kata Jokowi dalam sesi pleno KTT ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, Rabu, 12 November 2014. Percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan sesuai koridor Masterplan on ASEAN Connectivity. (Baca: Jokowi 'Jual' Program Kerja di KTT ASEAN

    Langkah kedua yang harus dilakukan adalah meningkatkan kerja sama investasi, industri, dan manufaktur. Jokowi menegaskan, di bawah pemerintahannya, Indonesia terbuka untuk bisnis bagi negara mana pun. "Tapi, sebagai negara berdaulat, Indonesia harus memastikan kepentingan nasional tak dirugikan," katanya. (Baca: Aksi Terorisme Ancam KTT ASEAN di Myanmar)

    Jokowi menegaskan negara ASEAN harus menjunjung tinggi prinsip resiprokal serta saling menghormati dan menguntungkan. Peningkatan perdagangan antarnegara ASEAN menjadi kunci keberhasilan MEA. Menurut dia, perdagangan antarnegara ASEAN masih rendah, yaitu 24,2 persen dari neraca perdagangan dunia. "Dalam lima tahun ke depan, saya berharap nilai perdagangan antarnegara ASEAN setidaknya bisa mencapai 35-40 persen." (Baca juga: Konflik Laut Cina Selatan Dibahas di KTT ASEAN

    Jokowi pun berharap produk domestik bruto negara-negara anggota ASEAN akan meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya US$ 2,2 triliun pada 2014 menjadi US$ 4,4 triliun pada 2030.

    Presiden Jokowi menegaskan Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dimulai tahun depan. Indonesia, kata Jokowi, harus menjadi bagian penting dari rantai produksi regional maupun global. "Indonesia harus menjadi bagian penting dari rantai produksi regional dan global." (Baca: Pemerintah Siapkan 9 Dokumen ke KTT ASEAN)

    ANANDA TERESIA


    Baca Berita Terpopuler
    Ahok Bimbang Laporkan Ketua FPI ke Polisi
    Tiga Tokoh Ini Disoraki Penonton
    Menteri Susi: Saya Beruntung DPR Kisruh 
    Rizieq: Dia Ajak Berunding, Kami Mau Ahok Turun 
    Jadi Buron Polisi, Susi Dimintai Duit Rp 100 Juta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.