Pengadilan Tunda Sidang Pembunuh WNI di Hong Kong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rurik George Caton Jutting (29 tahun) yang berkewarganegaaran Inggris, dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. Polisi menemukan mayat korban yang diduga WNI dalam sebuah koper di balkon apartemennya. AP /Apple Daily

    Rurik George Caton Jutting (29 tahun) yang berkewarganegaaran Inggris, dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. Polisi menemukan mayat korban yang diduga WNI dalam sebuah koper di balkon apartemennya. AP /Apple Daily

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses persidangan warga Inggris Rurik Jutting, pembunuh dua warga Indonesia di Hong Kong, terpaksa ditunda selama dua minggu. Penyebabnya,  Pengadilan Hong Kong  memerintahkan pemeriksaan kejiwaan Jutting dan hasilnya dibawa ke pengadilan pada 24 November 2014. (Baca: Kematian TKI, 200 Pekerja Berkumpul di Hong Kong)

    Dalam pemeriksaan kejiwaan Jutting, pengadilan mewajibkan setidaknya ada dua hasil dari dua dokter kejiwaan yang berbeda, seperti yang diinformasikan Jaksa Lousi Wong dalam Channel News Asia pada 10 November 2014. Jutting akan kembali menjalani persidangan pada 24 November mendatang. (Baca: Jutting, Pria Atraktif yang Berubah Jadi Psikopat )

    Jasad  kedua korban warga Indonesia, Seneng Mujiasih dan Sumarti Ningsih diterbangkan dari Hong Kong ke Indonesia pada Selasa ini. Demikian menurut Pejabat Konsulat Indonesia di Hong Kong. Tubuh kedua korban ditemukan pada 1 November 2014 di distrik Wanchai. (Baca: Sebelum Dibunuh, TKI Jessie Pamit Berpesta)

    Tubuh Seneng ditemukan telanjang di ruang tamu dengan luka pisau di leher dan pantat. Sumarti ditemukan membusuk didalam koper yang disembunyikan di balkon apartemen. Polisi Hong Kong masih terus mencari tahu apakah profesi kedua korban benar sebagai pekerja seks komersial.

    INTAN MAHARANI | CHANNEL NEWS ASIA

    Baca juga:
    Ahok: FPI Tak Cerminkan Islam Rahmatan lil alamin
    Di APEC, Jokowi Bahas Pengalihan Subsidi BBM
    Foto Bareng di APEC,Jokowi Juru Damai Cina dan AS
    Polisi Sebut Kampung Bahari Sarang Bandar Nar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.