Putin: Asia Pasifik Prioritas Utama Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama (kedua kiri) dan Penasehat Keamanan Nasional, Susan Rice (ketiga kiri), menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi dan Retno Marsudi di Beijing, 10 November 2014.  MANDEL NGAN/AFP/Getty Images

    Presiden Barack Obama (kedua kiri) dan Penasehat Keamanan Nasional, Susan Rice (ketiga kiri), menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi dan Retno Marsudi di Beijing, 10 November 2014. MANDEL NGAN/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ingin memanfaatkan potensi kerja sama Rusia dengan Asia Tenggara untuk menguntungkan kedua pihak. Hal itu disampaikan Putin dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Senin, 10 November 2014.

    "Rusia, sebagai bagian dari kawasan Asia Pasifik, harus menggunakan keunggulan mereka yang kompetitif menjadi pusat perkembangan ekonomi, teknologi, dan investasi yang tumbuh dengan cepat," kata Putin, seperti dilaporkan Itar-Tass, kemarin.

    Menurut Putin, kerja sama dengan negara-negara Asia Pasifik merupakan prioritas utama Rusia."Kerja sama kami dengan negara-negara besar di kawasan luar biasa ini sangat penting, kerja sama yang konstruktif dan positif," kata Putin.

    Putin juga menawarkan keunggulan unik yang dimiliki oleh Siberia dan Far East, negara bagian Rusia, kepada negara-negara Asia Pasifik untuk menguatkan potensi negara-negara tersebut. "Negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Rusia perlu melakukan reformasi struktural untuk mengaktifkan pertumbuhan ekonomi," kata Putin.

    Presdien berusia 62 tahun ini juga menyebutkan banyak negara Asia Pasifik yang mulai menunjukkan dinamika positif, meski pertumbuhan ekonomi mereka masih rendah. Rusia juga mendukung ide menciptakan zona perdagangan bebas Asia Pasifik dan berharap akan tercipta kerja sama yang aktif dengan Eurasian Economic Union.

    "Kami mendukung dan sepakat dalam langkah-langah konkret tentang zona perdagangan bebas. Namun format ini harus memperhatikan kepentingan keuangan di masa depan, terutama di kalangan komunitas bisnis kita dan perbedaan yang signifikan di tengah pembangunan yang sedang berjalan," kata Putin.

    RINDU P. HESTYA | ITAR-TASS


    Baca berita lainnya:
    Jokowi Jadi Primadona di APEC

    Bahasa Inggris Jokowi Dipuji

    Jokowi Top jika Pidato Bahasa Indonesia di APEC

    Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia

    Baghdadi, Pemimpin ISIS, Terluka Parah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.