Renovasi Rumah, Polisi Periksa Presiden Afsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma (kanan) beserta istrinya Sizakele Khumalo hadir saat laga final piala dunia di Brazil, 14 Juli 2014. REUTERS/David Gray

    Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma (kanan) beserta istrinya Sizakele Khumalo hadir saat laga final piala dunia di Brazil, 14 Juli 2014. REUTERS/David Gray

    TEMPO.CO, Johannesburg - Polisi Afrika Selatan memeriksa Presiden Jacob Zuma terkait dengan renovasi rumah di pedesaan senilai US$ 23 juta sekitar Rp 280 miliar yang diduga dibiayai oleh para pembayar pajak. Dalam secarik kertas yang disampaikan polisi kepada pengacara Zuma ditegaskan bahwa kepolisian sedang mengivestigasi perbaikan rumah Zuma.

    Zuma yang terpilih kembali pada pemilihan umum Mei 2014 menolak semua tudingan. Dia mengaku sama sekali tidak mengetahui soal renovasi rumah pedesaan di utara KwaZulu Natal, termasuk pembangunan kolam renang, klinik pribadi, dan gelanggang terbuka. Namun demikian, secara tak langsung pemerintahan Zuma mengakui tuduhan tersebut dengan alasan demi keamanan.

    Isu soal renovasi rumah Zuma tak pelak menjadi sorotan kritik dari lawan politiknya. Rakyat Afrika Selatan sama sekali tidak memberikan toleransi terhadap korupsi dan ketidakcakapan. Pemimpin oposisi dari Aliansi Demokratik, Mmusi Maimane, menyatakan “Saatnya polisi harus melakukan pekerjaannya.”

    Menurut Maimane dan politikus oposisi lainnya, Zuma harus diperiksa karena telah melakukan kejahatan dan mendesak dia mengundurkan diri. Zuma saat ini menghadapi kemarahan kaum oposisi dan publik terkait dengan belanja renovasi rumah di negara yang sedang berperang terhadap pengangguran.

    OHRAMONLIE | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.