Keamanan Diperketat, Beijing Diisolasi Jelang APEC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung amati hiasan lampu konferensi APEC di Olympic Park, Beijing, Cina, 30 Oktober 2014. ChinaFotoPress/Getty Images

    Pengunjung amati hiasan lampu konferensi APEC di Olympic Park, Beijing, Cina, 30 Oktober 2014. ChinaFotoPress/Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing - Polisi Beijing telah menyita 1,2 kilogram narkoba, 881 kilogram bahan kimia berbahaya, lebih dari seribu pisau, puluhan kembang api ilegal, dan menangkap 1.003 orang yang mencurigakan selama persiapan acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing sejak sepekan ini. Langkah ini dilakukan agar acara tingkat internasional itu dapat berjalan dengan lancar tanpa diganggu oleh aksi kriminal dari warga.

    "Semua polisi Beijing memang ditugaskan untuk mengamankan dan menindak kejahatan dari aksi terorisme dan kekerasan. Sepeda motor polisi dan anjing penjaga juga telah dikerahkan untuk menjaga keamanan di pusat kota selama APEC berlangsung," kata seorang pejabat dari Biro Keamanan Kota Beijing (BMSB), seperti dilaporkan Xinhua, Kamis, 6 November 2014.

    Lebih dari 28 ribu petugas akan berjaga setiap hari sejak Kamis lalu. Selain itu, polisi meminta sekitar 800 ribu warga sipil untuk ikut mengamankan kota dari tindak kekerasan. (Baca: Tuan Rumah APEC, Cina Tutup Pabrik)

    Polisi juga akan memperketat penjagaan dengan melakukan pemeriksaan di pos-pos yang telah disediakan di sekitaran Beijing. Petugas juga mendirikan penghalang jalan sementara untuk kendaraan dan orang yang akan keluar-masuk Beijing selama acara berlangsung.

    Di pusat kota, 161 kantor polisi dilengkapi dengan helm antipeluru dan seragam yang tahan dari serangan pisau dan ledakan. Menurut laporan, polisi juga membeli helikopter berukuran sedang yang mampu menangkap gambar dengan resolusi tinggi untuk memantau keadaan Beijing. (Baca: Demi APEC, Cina Cabut Larangan Facebook)

    Serangkaian pertemuan APEC pada 5-7 November ini akan membahas tema "Membentuk Masa Depan Melalui Hubungan Asia-Pasifik". Sekitar 20 pemimpin dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia, dan sejumlah negara Barat dipastikan akan menghadiri pertemuan ini.


    RINDU P. HESTYA | XINHUA

    Berita Lain:
    Insiden Kecelakaan di Yerusalem Diduga Aksi Teror 
    Butuh 218 Tahun untuk Habiskan Kekayaan Bill Gates 
    Kabut Asap Dikhawatirkan Akan Ganggu APEC di Cina  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.