Presiden Prancis Mundur Jika Banyak Pengangguran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Francois Hollande. AP/Christophe Ena, Pool

    Francois Hollande. AP/Christophe Ena, Pool

    TEMPO.CO, Paris - Presiden Prancis Francois Hollande berjanji akan berhenti menjabat sebagai presiden jika dirinya gagal memangkas angka pengangguran di negaranya. Pembuktian itu akan dilakukannya dengan tidak mencalonkan diri pada pemilihan presiden 2017 nanti.

    "Saya memang telah membuat kesalahan dalam mereformasi perekonomian Prancis pada 2012. Namun saya akan berjuang sampai akhir untuk menyelesaikan masalah," kata Hollande dalam sebuah wawancara televisi, seperti dilaporkan BBC News, Kamis, 6 November 2014.

    Namun sejumlah pengamat menilai pernyataan itu hanya untuk menghidupkan kembali popularitas Hollande yang mulai meredup. Para anggota sayap kanan Front Nasional ingin membuat posisi Hollande stabil.

    "Saya sudah bertahan dua setengah tahun. Saya tidak bisa menyambung kegagalan pada lima tahun ke depan," kata Holannde. (Baca: Kisah Asmara Presiden Prancis Hollande Dibukukan)

    Pengangguran di Prancis memang cukup tinggi. Komisi Eropa memprediksi Prancis akan mengalami defisit anggaran. Sebab, pengangguran telah menghambat pertumbuhan ekonomi negara hingga 11 persen.

    Dalam sebuah jajak pendapat, sebanyak 71 persen warga Prancis ingin Hollande menyerahkan seluruh kekuasaannya ke tangan Perdana Menteri Manuel Valls, yang memang sedang populer. Valls dianggap berhasil menerapkan kebijakan-kebijakan yang sesuai untuk warga Prancis.

    RINDU P. HESTYA | BBC NEWS | THE TELEGRAPH

    Berita Lain:
    9 Perempuan Berpengaruh Versi Forbes 
    Pembunuh Pasangan Penghina Quran Ditangkap 
    Bos Facebook, Tokoh Muda Berkuasa 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.