Tuan Rumah APEC, Cina Tutup Pabrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung amati hiasan lampu konferensi APEC di Olympic Park, Beijing, Cina, 30 Oktober 2014. ChinaFotoPress/Getty Images

    Pengunjung amati hiasan lampu konferensi APEC di Olympic Park, Beijing, Cina, 30 Oktober 2014. ChinaFotoPress/Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing - Cina tengah bersiap untuk menjadi tuan tumah dalam acara Asia-Pacific Economic Cooperation Beijing pada 7-11 November 2014. Wakil Perdana Menteri Cina Zhang Gaoli memerintahkan penutupan sementara pabrik-pabrik untuk menjaga kualitas udara selama acara berlangsung.

    "Kami harus memastikan bahwa kualitas udara selama APEC berlangsung tetap dalam kondisi baik. Itu adalah prioritas kami. Hal ini merupakan tugas yang cukup sulit mengingat naiknya suhu dan pembakaran batu bara di Cina," kata Zhang, seperti dilaporkan Reuters pekan lalu.

    Zhang juga meminta agar pejabat di lapangan bisa membatasi jumlah kendaraan yang akan melintasi jalan-jalan utama. Warga juga diimbau untuk menggunakan transportasi umum selama pertemuan berlangsung. (Baca: Kemenkeu Siapkan PPP Centre di Bawah APEC)

    "Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi jalanan, pemerintah Beijing juga telah mengumumkan agar para pekerja publik di ibu kota libur selama enam hari," kata seorang pejabat kepada kantor berita Xinhua.

    Para petinggi yang datang berasal dari berbagai negara. Seperti Australia, Kanada, Brunei Darussalam, Cile,  Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

    Pertemuan APEC tahun ini akan membahas topik misi APEC untuk mengurangi tarif dan menghapus hambatan dalam proses perdagangan bebas. (Baca: Ini Investasi yang Diraup Indonesia dari APEC)

    Kedua, APEC akan memfasilitasi interaksi bisnis di antara negara-negara anggota dengan cara mengurangi biaya saat melakukan bisnis, berbagi informasi perdagangan, dan meningkatkan hubungan importir dan eksportir. Ketiga, kerja sama ekonomi dan teknis negara anggota untuk meningkatkan pelatihan dan pendidikan perdagangan internasional.


    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Pembunuh Pasangan Penghina Quran Ditangkap 
    ISIS Bantai 322 Orang Suku Albu Nimr 
    Dua WNI di Burkina Faso Dipulangkan Hari Ini  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.