Kabut Asap Dikhawatirkan Akan Ganggu APEC di Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin ekonomi Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima pemimpin ekonomi Rusia Presiden Vladimir Putin (kiri) saat KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Pemimpin ekonomi Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima pemimpin ekonomi Rusia Presiden Vladimir Putin (kiri) saat KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Beijing - Masalah polusi menjadi prioritas yang harus diselesaikan Cina demi menyambut para petinggi negara ke acara Asia-Pacific Economic Co-operation (APEC) pada 7-11 November 2014. Salah satu langkahnya adalah mengendalikan jumlah mobil di jalan-jalan untuk mengurangi kemacetan dan menangguhkan produksi pabrik untuk menekan polusi udara. (Baca: Kemenkeu Siapkan PPP Centre di Bawah APEC)

    Bukan cuma soal polusi udara, Negeri Tirai Bambu diperkirakan akan mengalami kabut asap selama seminggu penuh, termasuk saat APEC digelar. "Warga Beijing pasti akan sangat gelisah ketika kabut asap menyerang kota saat APEC berlangsung. Ini akan mengganggu proses peningkatan kualitas udara yang sedang dikerjakan pemerintah," tulis China Securities Times, seperti dilansir dari BBC News, Rabu, 5 November 2014.

    Pihak berwenang Beijing telah mengerahkan 16 tim inspektur untuk memastikan pabrik benar-benar tidak beroperasi. Namun, sejauh ini, pemerintah masih menerima laporan ada pabrik yang tetap beraktivitas. (Baca: Tiga Pemimpin Negara Ajak Jokowi Bertemu di APEC)

    Kantor berita Xinhua berharap kehadiran sekitar 20 kepala negara di dunia pada acara APEC akan menyadarkan pemerintah Beijing untuk mencari cara menyelesaikan masalah polusi. "Namun pemerintah harusnya tidak terbiasa dengan model 'memperbaiki dengan cepat' hanya untuk acara-acara khusus," tulis Xinhua.

    APEC 2014 akan digelar di Beijing. Sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan beberapa negara Barat akan datang untuk membahas masalah perdagangan bebas serta kerja sama ekonomi dan teknis negara-negara anggota.


    RINDU P. HESTYA | BBC NEWS

    Berita Lain:
    Pembunuh Pasangan Penghina Quran Ditangkap 
    Dua WNI di Burkina Faso Dipulangkan Hari Ini 
    Pesan Damai Sura  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.