TKI Sumarti Ningsih Pakai Visa Turis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sumarti Ningsih, TKI korban pembunuhan Bankir Inggris, Rurik Jutting. (enterprise news and pictures)

    Sumarti Ningsih, TKI korban pembunuhan Bankir Inggris, Rurik Jutting. (enterprise news and pictures)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah lembaga pemerintahan bekerja sama menelusuri kasus pembunuhan dua tenaga kerja Indonesia (TKI) oleh mantan karyawan Bank of America Merrill Lynch, Rurik Jutting. Salah satunya adalah Kementerian Tenaga Kerja yang melakukan pemanggilan terhadap Direktur Utama PT Arafah Bintang Perkasa, penyalur dulu memberangkatkan Sumarti Ningsih, salah satu korban. (Baca: TKI Dibunuh di Hong Kong Mestinya Sudah Pulang)

    "Pemanggilan ini dilakukan untuk mengklarifikasi serta menelusuri informasi dan data lengkap mengenai identitas korban," ujar Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemenaker Reyna Usman, Selasa, 4 November 2014. (Baca: Pembunuh PSK Indonesia Diduga Depresi)

    Berdasarkan keterangan Tjitro Tandjung Djaja, Pelaksana Penempatan TKI Swasta PT Arafah, diketahui bahwa Ningsih adalah mantan TKI. Ia masuk pada 2010 sebagai pembantu rumah tangga yang bekerja selama dua tahun di Hong Kong. Menurut Reyna, saat itu korban berangkat dengan prosedur resmi dan legal lewat PT Arafah dan agensi Hong Kong Bestlink Employment. Pada Januari 2013, kontraknya habis lalu kembali ke Tanah Air. (Baca: Indikasi Sumarti Jadi Korban Perdagangan Manusia)

    Tercatat oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong dan Kepolisian Distrik Wan Chai, korban masuk kembali ke Hong Kong pada 4 Oktober lalu dengan menggunakan visa turis selama 30 hari. Ningsih seharusnya sudah kembali ke Indonesia pada 3 Oktober lalu. Namun nahas, ia malah ditemukan terbunuh dalam keadaan termutilasi di dalam sebuah koper.

    Korban lain adalah Seneng Mujiasih dari Sulawesi Tenggara. Penelusuran data selama ia di Hongkong masih terus dilakukan. (Baca: Kasus Pembunuhan Jarang Terjadi di Hong Kong)

    "Kami terus berkoordinasi dengan KJRI, BNP2TKI, Imigrasi, dan Kementerian Luar Negeri untuk mengungkap lebih lanjut masalah ini," tutur Reyna. Kasus pembunuhan ini masih dalam penanganan kepolisian Hong Kong dan sudah memasuki persidangan pertama. Menurut KJRI Hong Kong, rekayasa kasus akan dilangsungkan pada 7 November mendatang, sementara persidangan kedua digelar 10 November mendatang.

    URSULA FLORENE SONIA

    Terpopuler:
    Anak Menteri Susi Balas Cuitan Putra Jokowi
    Mantan Suami Susi Kewalahan Diwawancarai MediaSebelum Dibunuh, PSK Indonesia Disewa Rp 19 Juta
    Media Online Ini Bantu Sebar Tuduhan @TM2000Back
    3 Jagoan Intel Ini Calon Kuat Kepala BIN
    Wanita Ini Jatuh Cinta dengan Pendonor Sperma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.