KJRI Hong Kong Belum Terima Kronologi WNI Dibunuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rurik George Caton Jutting (kanan), dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. The Telegraph melaporkan, WNI yang dibunuh Jutting bernama Sumarti Ningsih. AP /Apple Daily

    Rurik George Caton Jutting (kanan), dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. The Telegraph melaporkan, WNI yang dibunuh Jutting bernama Sumarti Ningsih. AP /Apple Daily

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sam Ariyadi mengatakan pemerintah belum menerima laporan kronologi pembunuhan dua tenaga kerja Indonesia di Hong Kong dari polisi setempat. "Belum kami terima. Nanti, kalau sudah lengkap, kami akan umumkan pada publik," ujarnya saat dihubungi Tempo, 4 November 2014. (Baca: Pembunuh TKI di Hong Kong Sempat Ingin Bunuh Diri)

    Menurut dia, KJRI Hong Kong saat ini berfokus memulangkan jenazah dua tenaga kerja tersebut pada keluarga. Selain itu, perwakilan pemerintah Indonesia, tutur Sam, akan menyiapkan investigasi pembunuhan yang dilakukan Rurik Jutting, mantan karyawan Bank of America Merrill Lynch. (Baca: Profil Pembunuh PSK Indonesia di Hong Kong)

    Sam juga menyatakan kepolisian Hong Kong akan menggelar rekonstruksi pembunuhan pada 7 November 2014 dan sidang perdana pada 10 November 2014. "KJRI akan terus memantau proses hukum yang berlangsung di Hong Kong," katanya.

    Pekan lalu, Sabtu, 1 November 2014, kepolisian menemukan dua warga negara Indonesia tewas di apartemen milik Jutting. Mereka ialah Seneng Mujiasih dari Sulawesi Tenggara dan Sumarti Ningsih asal Brebes, Jawa Tengah. Sumarti, ujar Sam, dimutilasi lantas dimasukkan ke dalam koper. "Koper itu ditemukan di balkon apartemen," tuturnya. Adapun jenazah Seneng ditemukan dalam apartemen. "Detailnya ruangan jenazah Seneng masih belum saya ketahui." (Baca: Kasus Pembunuhan Jarang Terjadi di Hong Kong)

    RAYMUNDUS RIKANG

    Baca juga:
    Studi: Rasa Galau Manusia Bertahan Lama
    TNI AU: Kekuatan Udara Indonesia Kecil
    Pramono: Kami Ingin Keterwakilan Pimpinan DPR
    Sistem Disiplin Guru Indonesia Berjiwa Kolonial

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.