Sekjen PBB Salah Sebut Austria Jadi Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemenang Eurovison Song Contest, Conchita Wurst (kiri), bertemu Sekjen PBB Ban Ki-moon, di markas PBB di Vienna, Austria, 3 November 2014. REUTERS/Heinz-Peter Bader

    Pemenang Eurovison Song Contest, Conchita Wurst (kiri), bertemu Sekjen PBB Ban Ki-moon, di markas PBB di Vienna, Austria, 3 November 2014. REUTERS/Heinz-Peter Bader

    TEMPO.CO, Wina - Kejadian lucu dialami oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon saat datang ke sebuah acara di Wina, Austria. Mungkin karena nama yang mirip atau lidahnya keseleo, Ban salah menyebut Austria menjadi Australia.

    Dikutip dari Syndey Morning Herald, Selasa, 4 November 2014, kesalahan itu terjadi saat Ban hendak mengucapkan terima kasih kepada Austria sebagai tuan rumah konferensi internasional. Alih-alih menyebut Austria, Ban malah menyebut "Terima kasih, Australia".

    "Saya berterima kasih khususnya kepada Presiden Heinz Fischer dan pemerintah Australia," kata Ban di hadapan wartawan. Menyadari kesalahannya, ia langsung meminta maaf sambil bercanda, "Maaf. Tidak ada kanguru di Austria. Kadang-kadang hal ini terjadi. Saya harap Anda mengerti," ujarnya. (Baca: PBB Diminta Turun Tangan Atasi Pelemahan)

    Beruntung kesalahan ini sudah dianggap sebagai hal biasa oleh pemerintah dan warga Austria. Bahkan, salah sebut antara Austria dengan Australia dimanfaatkan sejumlah penjual souvenir dengan menjual kaus bertuliskan, "Tidak ada kanguru di Austria".

    Konferensi PBB di Wina, Austria, ini membahas negara-negara maju yang terkurung di daratan. Ban meminta 32 negara untuk bersatu dan membuka akses transportasi ke pasar negara yang diampit oleh negara tetangganya itu sehingga tidak bisa merasakan perdagangan lewat laut, seperti yang dilakukan negara maju lainnya.

    RINDU P. HESTYA | SYDNEY MORNING HELARD

    Berita Lain:
    Sebelum Dibunuh, PSK Indonesia Disewa Rp 19 Juta
    2 PSK Ini Korban Pembunuhan di Hong Kong
    Cina Karantina Dokter Usai Bantu Tangani Ebola di Afrika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.