6 Fakta tentang Pembunuh TKI di Hong Kong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rurik George Caton Jutting (kanan), dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. The Telegraph melaporkan, WNI yang dibunuh Jutting bernama Sumarti Ningsih. AP /Apple Daily

    Rurik George Caton Jutting (kanan), dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. The Telegraph melaporkan, WNI yang dibunuh Jutting bernama Sumarti Ningsih. AP /Apple Daily

    TEMPO.CO, Jakarta - Rurik George Caton Jutting resmi menjadi tersangka atas pembunuhan dua pekerja seks di Hong Kong pekan lalu. Banyak yang tidak menyangka Jutting akan melakukan pembunuhan karena pria asal Inggris ini hidup berkecukupan. Di bawah ini lima hal tentang kehidupan Jutting yang perlu diketahui, seperti dilaporkan Heavy, Senin, 3 November 2014:

    1. Pria sukses
    Jutting adalah seorang mahasiswa dari kampus bergengsi di Inggris, Cambridge University. Ia lulus tahun 2008 dan bekerja sebagai ‎Structured Equity Finance & Trading (Asia) di Bank of America Merrill Lynch. Namun, Jutting dilaporkan telah mengundurkan diri dari jabatannya beberapa hari sebelum melakukan pembunuhan. (Baca: Satu Korban Pembunuhan PSK di Hong Kong Misterius)

    2. Tinggal di apartemen mahal
    Jutting tinggal di salah satu apartemen di wilayah Wan Chan yang sering disewa oleh bankir asing di Hong Kong seharga Rp 36 juta per bulan. Di apartemen itu Jutting ditangkap. Di sana pula mayat Sumarti Ningsih dan Jessie Lorena ditemukan. Polisi juga mengamankan pisau, sejumlah kokain, dan mainan seks dari apartemen Jutting. (Baca: TKI Dibunuh di Hong Kong Pernah Kursus DJ)

    3. Selalu dikelilingi wanita
    Di laman Facebook Jutting terdapat banyak foto-foto mesra dirinya dengan sejumlah wanita Asia. Posting terakhir adalah pada 31 Oktober saat ia membagikan sebuah artikel dengan judul "Uang Dapat Membeli Kebahagiaan". Jutting juga membagikan sebuah foto dengan tulisan "Akan Bekerja untuk Uang" pada 22 Agustus lalu. (Baca: TKI Dibunuh di Hong Kong Mestinya Sudah Pulang)

    Sebelum kasus pembunuhannya terungkap, Jutting sempat mengadakan pesta bersama beberapa wanita yang dia sewa. Menurut laporan, satu wanita dia bayar dengan harga Rp 19 juta untuk menemaninya semalaman. Harga ini termasuk untuk Sumarti Ningsih dan Jessie Lorena Ruri.(Baca: Sebelum Dibunuh, PSK Indonesia Disewa Rp 19 Juta)

    Selanjutnya: Ber-selfie dengan mayat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.