Pria Ini Bunuh Diri Saat Antre di Restoran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. pravasitoday.com

    Ilustrasi. pravasitoday.com

    TEMPO.COKiev - Seorang pria melakukan aksi bunuh diri dengan cara memasukkan kepalanya ke lubang pagar besi di pinggir jalan dan memutar badannya hingga lehernya patah di luar sebuah restoran makanan cepat saji di Ukraina.

    Polisi di Kota Sumy tengah menyelidiki aksi bunuh diri di muka umum yang sangat janggal tersebut yang terjadi pada saat jam makan siang.

    Pria tersebut dikabarkan tengah antre di restoran tersebut beberapa saat sebelum insiden itu terjadi. Tapi, ia kemudian keluar dari antrean sesaat sebelum dilayani oleh petugas restoran.

    Seorang saksi bernama Murat Loginov menuturkan insiden tragis tersebut terjadi ketika sejumlah orang antre untuk membeli piza dan burger di restoran yang terletak di Jalan Katedral tersebut.

    “Retoran itu sangat ramai, tapi saya melihatnya berdiri di belakang seorang pria yang tengah memesan makanan sambil berbicara melalui teleponnya. Ia berbicara cukup keras mengenai dirinya yang tengah menganggur,” kata Loginov.

    “Saya pikir yang menelepon itu mungkin ibu atau pacarnya dan saat telah berada di depan counter, ia malah pergi keluar restoran untuk melanjutkan percakapannya.

    “Pada menit berikutnya saya mendengar seseorang berteriak dan kemudian para pengunjung restoran menengok ke jendela untuk melihat apa yang terjadi di luar.

    “Saya sendiri berlari keluar dan melihat pria itu tergantung di pagar dengan leher tertekuk pada posisi yang mengerikan.

    “Jelas sekali ia memasukkan kepalanya ke lubang pagar itu dan menekannya hingga lehernya patah.”

    Polisi mengatakan pria yang tewas tersebut berusia sekitar 30 tahun dan tak memiliki kartu identitas. Mereka tengah berusaha mencari tahu identitas pria tersebut melalui telepon genggamnya.

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.