PSK Indonesia Sudah 4 Tahun Kerja di Hong Kong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi mayat seorang wanita yang terbunuh di sebuah flat di distrik Wan chai, Hong Kong, 1 November 2014. Salah satu wanita tersebut diduga WNI yang bekerja sebagai PSK di Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu

    Petugas mengevakuasi mayat seorang wanita yang terbunuh di sebuah flat di distrik Wan chai, Hong Kong, 1 November 2014. Salah satu wanita tersebut diduga WNI yang bekerja sebagai PSK di Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Wan Chai - Dua pekerja seks komersial asal Indonesia ditemukan tewas di dalam apartemen milik pria asal Inggris, Rurik Jutting, di kawasan Wan Chai, Hong Kong, kemarin. Kedua wanita itu ternyata cukup terkenal di kawasan hiburan di wilayah itu. (Baca: PSK Indonesia Dibunuh di Apartemen Mewah Hong Kong)

    "Kedua wanita ini adalah warga Indonesia yang dikenal dengan nama panggilan Jessie dan Alice. Mereka bekerja di sebuah bar dan klub malam terkenal di Wan Chai selama empat tahun," kata koresponden BBC News di Hong Kong, Juliana Liu, Senin, 3 November 2014.

    Saat ini polisi masih mengidentifikasi kedua korban yang berusia 25 dan 30 tahun ini. Salah satu korban diketahui bernama Sumarti Ningsih, yang jenazahnya ditemukan dalam koper di balkon apartemen Jutting.

    Polisi menangkap Jutting di apartemennya setelah menerima laporan dari seorang pria yang meminta apartemen pria 29 tahun itu untuk diperiksa. Setelah tiba di apartemen Jutting, polisi menemukan dua jenazah wanita tanpa busana dengan luka di sekujur tubuh. (Baca: Profil Pembunuh PSK Indonesia di Hong Kong)

    "Kami melihat satu mayat wanita tergeletak di lantai. Ruang tamu sangat berantakan. Ada luka di bagian leher dan bokong wanita itu," kata polisi.

    Jutting akan diadili di Pengadilan Magistrates Timur, Hong Kong, hari ini. Dia akan dikenai hukuman berat karena membunuh dua warga asing sekaligus.

    RINDU P. HESTYA | BBC NEWS

    Berita Lain:
    Nonton Voli, Iran Penjarakan Wanita Inggris Ini
    Mesir Penjarakan 8 Pria Yang Hadiri Pernikahan Gay
    FAO Luncurkan Portal untuk Kurangi Sampah Makanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?