Bom Bunuh Diri di Perbatasan India, 50 Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi meledaknya bom bunuh diri di depan gereja di Peshawar, Pakistan, (22/9). Bom bunuh diri tersebut menewaskan 43 jemaat gereja. REUTERS/Fayaz Aziz

    Sejumlah petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi meledaknya bom bunuh diri di depan gereja di Peshawar, Pakistan, (22/9). Bom bunuh diri tersebut menewaskan 43 jemaat gereja. REUTERS/Fayaz Aziz

    TEMPO.CO, Wagah - Lebih dari 50 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri di persimpangan Wagah, dekat Lahore, perbatasan antara India dan Pakistan, Ahad, 2 November 2014. Serangan bom terjadi saat orang-orang sedang melakukan parade dan upcara penutupan perbatasan Wagah. (Baca: Wanita Kristen Pakistan Terancam Hukuman Mati)

    "Ledakan itu terjadi ketika seseorang yang mencurigakan mendekati sebuah restoran. Sedikitnya 15 orang terluka parah. Tiga anggota pasukan perbatasan Pakistan meninggal. Pria dan anak-anak menjadi korban ledakan bom ini," kata Mushtaq Sukhera, kepala polisi Punjab, seperti dilaporkan BBC News kemarin.

    Adapun pasukan Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun kelompok militan lainnya, Jundullah, juga mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri itu. (Baca: Perayaan Keagamaan di India Ricuh, 32 Orang Tewas)

    Pakistan dan India memang tengah mengalami konflik di wilayah perbatasan itu. Kedua negara, yang sudah tiga kali berperang, saling menuduh bahwa serangan ini disengaja oleh negara tetangganya.

    Penjaga perbatasan selalu mengawasi Wagah yang merupakan satu-satunya jalan persimpangan antara India dan Pakistan. Perbatasan ini juga merupakan jalur perdagangan yang penting untuk kedua negara.

    RINDU P. HESTYA | BBC NEWS

    Berita Lain:
    Nonton Voli, Iran Penjarakan Wanita Inggris Ini
    Mesir Penjarakan 8 Pria Yang Hadiri Pernikahan Gay
    FAO Luncurkan Portal untuk Kurangi Sampah Makanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.