Rwanda Kalahkan Indonesia Soal Bersih dari Korupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD RI Irman Gusman, menyambut kedatangan Presiden Republik Rwanda Paul Kagame saat bertemu dengan  di Kompleks Parlemen, Jakarta, 31 Oktober 2014. Foto: Dok. DPD RI

    Ketua DPD RI Irman Gusman, menyambut kedatangan Presiden Republik Rwanda Paul Kagame saat bertemu dengan di Kompleks Parlemen, Jakarta, 31 Oktober 2014. Foto: Dok. DPD RI

    TEMPO.CO , Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Irman Gusman menyatakan Indonesia harus belajar dari Rwanda soal pemberantasan korupsi. Dalam peringkat yang disusun Transparansi Internasional, posisi Rwanda jauh di atas Indonesia.

    “Berdasarkan data Transparancy International, Rwanda berada di peringkat 50 teratas sebagai negara di dunia yang bersih dari korupsi. Berbeda dengan Indonesia, yang saat ini berada pada peringkat 114,” ungkap Irman saat menerima kunjungan Presiden Rwanda, Paul Kagame, di Ruang Delegasi Ketua DPD RI, Gedung Nusantara 3 Komplek Parlemen RI, Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2014.

    Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut, keduanya sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama di bidang ekonomi. Irman juga menyatakan kagum pada keberhasilan Kagame mengatasi konflik atau perang saudara di negaranya.

    "Rwanda itu terkenal karena konflik sosial atau perang saudara yang terjadi pada tahun 1974, tapi konflik tersebut bisa terselesaikan dengan baik. Dari Presiden Rwanda, kita bisa belajar mengatasi konflik yang terjadi di dalam negeri,” kata Irman dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat.

    Selain itu, lanjut Irman, berkat kemampuan Kagame dalam memimpin negara di kawasan Afrika Timur, Rwanda kini menjadi negara terdepan di Afrika. Dalam waktu hanya 16 tahun negara itu berhasil menjadikan ekonominya sebagai yang paling stabil di Afrika. Di bidang politik, partisipasi politik perempuan di dalam parlemen nasional Rwanda mencapai lebih dari 50 persen.

    Adapun Presiden Kagame menyatakan ingin memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi dengan Indonesia, pertukaran budaya dan pendidikan. "Saya datang ke negara ini untuk mendekatkan diri dengan Indonesia. Ini pertama kali saya berada di sini. Kami mencari kerja sama dengan Indonesia. Kami menginginkan adanya peningkatan hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Rwanda," kata dia.

    NATALIA SANTI

    Berita lain:
    Beda Obor Rakyat dan Arsad Versi Kapolri
    Landasan Pacu Susi Air Diduga Tak Berizin  
    Izin Landasan Pacu Susi Air Dipersoalkan


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?