Rusia Gagalkan Penyelundupan Elang Langka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William (kanan) memegang seekor burung elang Harris pada pertunjukan elang berburu di  Anglesey,  North Wales,  (14/8). Ini adalah kunjungan resmi pertama yang dijalaninya setelah menjadi ayah. (AP Photo/Andrew Yates, Pool)

    Pangeran William (kanan) memegang seekor burung elang Harris pada pertunjukan elang berburu di Anglesey, North Wales, (14/8). Ini adalah kunjungan resmi pertama yang dijalaninya setelah menjadi ayah. (AP Photo/Andrew Yates, Pool)

    TEMPO.CO, Moskow - Petugas Bea dann Cukai Bandara Domodedovo di Moskow, Rusia, berhasil menggagalkan penyelundupan lima anak burung elang Saker yang disembunyikan seorang pemuda. Petugas merasa curiga lantaran kedua tas olahraga pemuda itu bergerak-gerak saat diperiksa. (Baca: Pria Ini Gagal Selundupkan Heroin dengan Bola)

    "Ketika saya bertanya apa isi tas itu, dia kelihatan bingung. Kami buka tasnya dan melihat ada tiga elang Saker putih yang dibungkus dengan koran. Dua lainnya di tas yang lain," kata juru bicara Bea-Cukai Domodedovo, seperti dilaporkan Mirror, Kamis, 30 Oktober 2014.

    Pejabat setempat menjelaskan, pemuda yang tidak disebutkan namanya itu sedang menuju Armenia. Petugas menduga pria ini akan menjual anak-anak elang Saker itu ke negara-negara Arab.

    "Elang Saker putih sering diselundupkan, tapi yang membawanya tidak pernah memperhatikan kesehatan burung malang itu. Burung-burung itu sering mati kehausan atau mati lemas. Untungnya, saat ini kelima burung ini masih sehat," kata pejabat tersebut. (Baca: Pria India Selundupkan 12 Emas Batangan di Perut).

    Elang Saker sitaan itu langsung dibawa ke area pembibitan lokal agar bisa dipelihara dengan baik. Sementara itu, pemuda itu terancam hukuman lima tahun penjara untuk kasus penyelundupan.

    Elang Saker adalah burung langka yang berhabitat di Eropa Timur dan Cina. Harga satu elang yang terancam punah ini bisa mencapai Rp 1,5 miliar.

    RINDU P. HESTYA | MIRROR

    Berita Lain:
    Kemlu AS: Menhan Ryamizard bukan Pelanggar HAM 
    'Aku Bertanggung Jawab Atas Penculikanku di Suriah' 
    Pria India Ini Mengaku Direkrut NASA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.