700 Kali Lakukan Penembakan, Pria Jerman Dibui  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley

    Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley

    TEMPO.CO, Wuerzburg - Seorang pengemudi truk di Jerman memiliki kebiasaan aneh. Ia kerap kali melakukan penembakan saat berada di jalan tol. Pria yang tidak disebutkan namanya ini menembak dengan menggunakan peluru ke arah kendaraan yang lewat dan gedung di pinggir jalan.

    Aksi anehnya ini, seperti diberitakan BBC, Kamis, 30 Oktober 2014, telah berlangsung selama lima tahun. Dalam kurun waktu tersebut, ia telah melakukan setidaknya 700 kali penembakan hingga pernah memakan korban. Seorang wanita terluka parah setelah tertembak di lehernya.

    Selama lima tahun, polisi tidak mampu menangkap pria tersebut, terutama karena para pengemudi tidak segera sadar bahwa kendaraannya ditembak. Tak hanya itu, hukum perlindungan data di Jerman juga melarang penyidik menggunakan kamera CCTV di jalan tol. Polisi juga sempat menawarkan imbalan sebesar US$ 126 ribu bagi pihak yang bisa memberikan informasi mengenai pelaku.

    Hingga akhirnya, polisi menggunakan pemindai pelat nomor di sepanjang jalan tol untuk mengamati kendaraan yang lewat saat penembakan terjadi. Dari sinilah, polisi berhasil menangkap pengemudi truk tersebut pada tahun lalu.

    Ketika polisi menahannya, pria ini mengakui perbuatannya tapi mengatakan dirinya tidak bermaksud melukai siapa pun. Pria tersebut kemudian diadili di pengadilan di Wuerzburg pada Kamis, 30 Oktober 2014. Ia dijatuhi hukuman 10 tahun 6 bulan penjara.

    Menurut keterangan jaksa, pria tersebut merupakan penyendiri yang membenci manusia dan lebih tertarik pada senjata.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Kemlu AS: Menhan Ryamizard bukan Pelanggar HAM
    'Aku Bertanggung Jawab Atas Penculikanku di Suriah' 
    NATO Usir Pesawat Rusia di Perairan Baltik  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.