Akhirnya, Rusia Setuju Tetap Pasok Gas ke Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi Ukraina Yuri Prodan berbicara kepada wartawan usai pembicaraan dengan anggota delegasi Rusia dan Uni Eropa di Kiev, Ukraina, 16 Juni 2014. REUTERS/Valentyn Ogirenko

    Menteri Energi Ukraina Yuri Prodan berbicara kepada wartawan usai pembicaraan dengan anggota delegasi Rusia dan Uni Eropa di Kiev, Ukraina, 16 Juni 2014. REUTERS/Valentyn Ogirenko

    TEMPO.CO, Brussel - Setelah melakukan perundingan di Brussel, Belgia, pada Kamis, 30 Oktober 2014, Rusia akhirnya sepakat kembali memasok gas ke Ukraina dan negara-negara Uni Eropa selama musim dingin ini. (Baca: Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Ukraina)

    “Tidak ada alasan orang-orang di Eropa akan kedinginan selama musim dingin,” ujar Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, seperti dikutip dari BBC. Uni Eropa bertindak sebagai penengah dalam perundingan antara Menteri Energi Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan ini.

    Hubungan Ukraina dan Rusia menjadi tegang setelah Rusia berhasil mencaplok semenanjung Crimea. Saat itu, Rusia juga memotong aliran gas ke Ukraina karena negara tersebut belum melunasi tagihan. Tindakan ini juga membuat sejumlah negara Eropa kehilangan pasokan gas dari Rusia yang dialiri lewat Ukraina.

    Dalam perundingan ini, Kepala Energi Uni Eropa Guenther Oettinger meyakini bahwa Ukraina mampu membayar gas yang mereka butuhkan. Ia menambahkan, selesainya masalah gas ini menjadi secercah harapan untuk meredakan hubungan kedua negara.

    Adapun Uni Eropa berjanji akan menjadi penjamin untuk pembelian gas oleh Ukraina dari Rusia. Uni Eropa juga akan membantu pemenuhan utang Ukraina yang mencapai US$ 4,6 miliar.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Kemlu AS: Menhan Ryamizard bukan Pelanggar HAM
    'Aku Bertanggung Jawab Atas Penculikanku di Suriah' 
    NATO Usir Pesawat Rusia di Perairan Baltik  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.