Malala Sumbang Rp 605 Juta untuk Sekolah Gaza

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malala Yousafzai dalam konferensi pers di Perpustakaan Birmingham, Inggris, 10 Oktober 2014. Malala pernah ditembak di kepala oleh pria Taliban bersenjata dua tahun lalu di Pakistan karena perjuangannya mempertahankan hak-hak anak dan wanita. (AP/Rui Vieira)

    Malala Yousafzai dalam konferensi pers di Perpustakaan Birmingham, Inggris, 10 Oktober 2014. Malala pernah ditembak di kepala oleh pria Taliban bersenjata dua tahun lalu di Pakistan karena perjuangannya mempertahankan hak-hak anak dan wanita. (AP/Rui Vieira)

    TEMPO.CO, Marienfred - Malala Yousafzai menyumbangkan dana US$ 50 ribu atau sekitar Rp 605 juta untuk membangun sekolah Gaza yang rusak akibat konflik Israel-Palestina beberapa waktu lalu. Peraih Nobel Perdamaian ini mengatakan uang itu akan disalurkan melalui badan bantuan United Nations Relief And Works Agency (UNRWA) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    "Anak-anak Gaza menderita karena perang dan konflik yang amat parah. Uang itu akan membantu mereka mendapatkan pendidikan berkualitas dan melanjutkan hidup. Mereka harus tahu bahwa mereka tidak sendirian," ujar Malala setelah menerima penghargaan dari World Children's Prize untuk hak-hak anak di Mariefred, Swedia, Rabu, 29 Oktober 2014, seperti dilaporkan The Guardian.

    Penyelanggara acara menuturkan seluruh anak-anak di dunia telah memilih Malala sebagai pemenangnya lewat pemungutan suara. "Malala menginspirasi karena menjadi anak-anak pertama di dunia yang mendapat hadiah Nobel," kata panitia. (Baca: Malala: Saya Tidak Punya Ponsel dan Akun Facebook)

    Panitia menyatakan sumbangan Malala akan digunakan untuk membangun kembali 65 sekolah yang rusak selama konflik. "Saya sangat tersentuh dengan bantuan dari Malala. Ini akan mengangkat semangat seperempat juta siswa UNRWA di Gaza dan meningkatkan pendidikan moral untuk lebih dari 9.000 staf pengajar di sana," ujar Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Kraehenbuehl.

    Selain Malala, Children's Prize juga diberikan kepada John Wood yang berhenti dari pekerjaannya sebagai Manajer Microsoft demi membuat buku, membangun sekolah, dan perpustakaan untuk anak-anak melalui organisasi Room to Read. Wood memfokuskan bantuan kepada anak-anak narapidana untuk menerima pendidikan di luar penjara. (Baca: Dapat Nobel, Malala Dicibir Warga Pakistan)



    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN

    Berita Lain:
    Aliran Lahar Gunung Kilauea Hawaii Semakin Meluas
    Jaga Perbatasan, Mesir Gusur Rumah Pengungsi Gaza
    Presiden Zambia Meninggal di Inggris  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?