Pose Foto dengan Senjata, Siswa SMA Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guardian.co.uk

    Guardian.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepasang siswa-siswi sekolah menengah atas di Massachusetts, Amerika Serikat, ditahan polisi karena mengunggah foto dengan senapan airsoft di halaman Facebook sekolah mereka.

    Dalam foto tersebut Tito Velez dan pacarnya, Jamie Pereria, berdiri sambil memegang senjata dengan pakaian pesta, tepat sebelum mereka mengikuti lomba tari di sekolah mereka. Foto tersebut diunggah pada hari Jumat, 24 Oktober 2014, dengan tulisan 'Homecoming 2014'.

    Mengutip Daily News, Rabu, 29 Oktober 2014, kedua remaja tersebut diringkus polisi di sekolahnya, Bristol Plymouth, pada Senin, 27 Oktober 2014. Keduanya ditahan selama 10 hari. "Ketika saya bertanya apakah saya bisa menelepon ibuku, mereka berkata 'tidak' dan mereka menginterogasi saya hingga seorang perwira polisi datang pada saya." kata Peirera.

    Velez berkata loker mereka juga digeledah. "Ini tidak berbahaya. Anda tidak dapat membunuh seseorang dengan itu. Kami tidak menembak siapa pun. Senjata itu kami hadapkan ke lantai, aman. Bahkan tidak ada baterainya," jelas Velez. Ia pun mengaku tak akan pernah membawanya ke sekolah.

    Foto tersebut mengundang banyak respons negatif tentang sekolah Bristol Plymouth. Menurut pengawas sekolah, mereka pasti akan membatalkan keikutsertaan Velez dan Pereria dalam acara Homecoming jika mengetahui ada foto semacam itu.

    "Perilaku mereka menyebabkan acara kami terganggu. Acara Homecoming pada hari Jumat lalu ricuh setelah foto tersebut muncul di Facebook," kata pengawas sekolah lagi. Sekolah akan menindak tegas administrator halaman Facebook sekolah mereka karena tidak sigap menghapus hal-hal yang layak dan tidak layak tayang di laman mereka.

    INTAN MAHARANI | DAILYNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.