2.440 Peserta Ujian di Cina Ketahuan Mencontek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak stres ujian. Bbc.co.uk

    Ilustrasi anak stres ujian. Bbc.co.uk

    TEMPO.CO, Xi'an - Lebih dari dua ribu calon apoteker dari Xi'an, Shaanxi, Cina, ketahuan mencontek saat mengikuti tes lisensi nasional. Aksi curang itu terbongkar saat salah satu pengawas menyadari bahwa para peserta menggunakan earphone untuk menerima jawaban yang mereka terima dari hasil transmisi melalui radio.

    "Ini adalah skandal terburuk selama beberapa tahun terakhir. Kami telah menangkap 2.440 calon apoteker di tujuh lokasi tes. Bahkan, ada 700 peserta yang curang dalam satu lokasi," kata Du Fangshuai, kepala otoritas ujian di Shaanxi, Cina, seperti dilaporkan South China Morning Post, Selasa, 28 Oktober 2014.

    Jawaban soal ujian ini dikirimkan dari seseorang yang menyamar jadi peserta tes. Setelah menyelesaikan ujian secepat mungkin, orang ini akan mengirimkan jawaban soal lewat radio yang disembunyikan peserta lain. (Baca: Ujian, Siswa Cina Menyontek ala James Bond)

    "Kecurangan ini terjadi setiap satu dari sepuluh dari seluruh peserta yang berjumlah 25 ribu orang di Provinsi Xi'an. Polisi sudah menangkap calo ujian dan akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut," kata Fangshuai.

    Apotek dan perusahaan obat di Shaanxi memang sedang membutuhkan banyak tenaga ahli yang berlisensi. Provinsi Shaanxi hanya memiliki 4.000 petugas berlisensi, sedangkan yang dibutuhkan 8.500 apoteker untuk ditugaskan di seluruh provinsi.

    Tes lisensi yang terdiri dari tujuh tes terpisah diakui oleh peserta sebagai ujian yang sangat sulit. Calon apoteker diminta untuk ketujuh tes tersebut dalam waktu dua tahun dengan nilai terbaik.

    RINDU P. HESTYA | SOUTH CHINA MORNING POST

    Berita Lain:
    Setop Selfie demi Kesehatan Anda
    Dalam 24 Jam, KPK Spanyol Tangkap 51 Koruptor
    Bahaya Ebola, Australia Setop Berikan Visa Migrasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.