Inggris Kampanye Mainan Anak-anak Bebas Gender  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jian Yang, memakaikan topi pada boneka Bratz True Hope dirumahnya di Singapura (2/9). Jian Yang mempunyai koleksi 6.000 boneka barbie. REUTERS/Edgar Su

    Jian Yang, memakaikan topi pada boneka Bratz True Hope dirumahnya di Singapura (2/9). Jian Yang mempunyai koleksi 6.000 boneka barbie. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Cardiff - Kampanye mendukung permainan anak-anak bebas gender semakin mendapat dukungan di Inggris. Kampanye Let's Toys Be Toys yang dimulai pada 2012 itu berlanjut hingga sekarang.

    Kampanye ini berfokus pada menyamaratakan mainan dan tidak mengelompokkannya menjadi mainan perempuan dan mainan laki-laki. Dilansir dari Mirror, 27 Oktober 2014, kampanye ini membuat penjualan boneka Barbie menurun 20 persen pada kuartal terakhir tahun ini. Orang tua menolak pemasaran mainan berdasarkan jenis kelamin.

    Jess, seorang ibu dengan putri berumur delapan tahun dan putra berumur enam tahun yang ikut dalam kampanye tersebut mengatakan, pemasaran dengan melabelkan gender kepada mainan dapat membuat anak frustasi. "Bagaimana jika anak perempuan Anda menginginkan bermain miniatur hewan plastik ketika dalam kemasan mainan tersebut tertulis "Untuk Anak Laki-laki," ujarnya.

    Dengan hilangnya label gender dalam mainan anak-anak, ujarnya, maka akan membantu anak untuk lebih percaya diri walau tidak cocok dengan stereotipe kuno. Yang terpenting adalah anak dapat memiliki kesempatan mencoba mainan tersebut hingga mereka menyadari mana yang cocok dengan kepribadian mereka.

    Pelabelan pada mainan merupakan konstruksi yang akhirnya membatasi anak untuk bebas bermain. Padahal, anak-anak berada di fase bermain sehingga penting mengasah pola pikir anak.

    INTAN MAHARANI | MIRROR

    Baca juga:
    Rilis Video Sandera, ISIS Klaim Kuasai Kobani
    Jaksa KPK Dukung Kepala PPATK Jadi Jaksa Agung
    Pencopet di Mobil Kuning UI Ditangkap
    Bappenas Tak Lagi di Bawah Menko Perekonomian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.